Pemilihan Perbekel (Pilkel) dilaksanakan di Desa Pempatan, Rendang, Karangasem, Minggu (10/12). (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemilihan Perbekel (Pilkel) dilaksanakan di Desa Pempatan, Rendang, Karangasem, Minggu (10/12). Pencoblosan tersebut dilakukan 11 dusun di 19 TPS. Dari 8.110 pemilih, 206 warga memilih di tempat pengungsian.

Salah satu panitia pemilihan di Posko Pengungsian Balai Pemuda Sibakan, Nongan, I Nengah Artana mengatakan, pelaksanaan penyoblosan di lokasi pengungsian hanya dilakukan satu dusun saja yakni Banjar Geliang, Besakih Kawan. Sebab, warga di dusun ini semuanya mengungsi akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

Kata dia, pencoblosan ini mulai di buka sejak pukul 08.00 -13.00 Wita. “Jumlah warga yang mencoblos di pengungsian Balai Pemuda Sibakan, Banjar Tengah, Desa Nongan ini sebanyak 206 orang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, warga Pempatan yang berada di pengungsian memang banyak sekitar tiga dusun. Kata dia, selain Banjar Geliang, ada juga Banjar Puregai dan Banjar Kejadian yang mengungsi. Hanya saja, untuk warga di dua Banjar tersebut tetap memilih di banjar masing-masing.

Baca juga:  Datangi Pos Pantau Rendang, Gubernur Bali Ingin Tahu Perkembangan Gunung Agung

“Banjar Pempatan yang memilih di pengungsian hanya satu dusun saja yakni Banjar Geliang saja. Karena semua warga mengungsi. Kalau di dua banjar itu tetap memilih di masing-masing banjar. Setelah memilih mereka langsung kembali ke pengungsian,” jelasnya.

Lebihlanjut dikatakannya, sampai pukul 11.30 Wita baru sekitar 120 orang. Sementara sisinya masih belum memilih. Mengingat warga masih ada yang mengurus ternak mereka di posko penitipan ternak di Manggaan.

“Kita masih tunggu sampai pukul 13.00 Wita. Karena warga masih sibuk mengurus ternak. Setelah warga selesai melih nanti akan direkap disini (pengungsian red). Dan setelah itu nanti hasil repakan akan kita bawa ke Banjar Pempatan untuk kembali direkap secara keseluruhan. Kira-kira sore sudah ada hasilnya,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.