DENPASAR, BALIPOST.com – Promosi Bali masih aman dikunjungi karena masih banyaknya destinasi wisata yang jauh dari lokasi Gunung Agung bisa digencarkan lewat sosial media (sosmed). Menurut Ketua Perhimpunan Pengusaha Taman Rekreasi) Bali, Indha Trimafo Yudha, promosi lewat medsos lebih luas menjangkau massa sehingga sebaran informasinya juga bisa lebih luas.

Ia mengakui untuk bisnis tempat rekreasi memang terjadi penurunan yang sangat signifikan. Penurunan kunjungan ke tempat rekreasi mengikuti penurunan dari kedatangan di bandar udara dan okupansi hotel. “Taman rekreasi sepi ya. Tinggal 10 persen, dari okupansi yang pernah ada. November memang sepi. Desember awal juga sepi. Tapi satu minggu sampai 10 hari menjelang Natal, itu mulai high season. Tapi sekarang turun 80-90 persen,” ungkapnya.

Ia menilai sosial media bisa dimanfaatkan untuk menyatakan bahwa di Bali masih ada aktivitas. Bisa juga dengan dibantu testimoni para tamu yang ada di Bali. “Bahkan ada beberapa tamu minta diantar lihat Gunung Agung lebih dekat tapi dalam jarak aman. Ke depannya itu akan jadi tren, karena mereka ingin menjadi bagian dari sejarah, mereka bisa melihat langsung,” ungkapnya.

Baca juga:  Ruang Kerja Mang Jangol Digeledah

Dalam kondisi seperti ini, ia meminta semua pihak berperan. “Kita tidak boleh gengsi, tidak boleh terlalu teoritis untuk membangkitkan ekonomi pariwisata ini,” tandasnya.

Saat ini pun, ia bersama pelaku pariwisata lainnya sedang merestrukturisasi operasional manajemen agar terus dapat berjalan. “Karena kita itu berbisnis, semua diputar. Itu harus jadi perhatian pemerintah. Bagaimana memotivasi supaya tamu datang ke sini,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman Gunung Agung ini harus dijadikan bekal untuk Bali dalam mencari pemasukan alternatif, selain pariwisata, baik UKM maupun IKM. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.