Penanganan TBC
Ilustrasi. (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pengidap Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC di Indonesia menempati urutan kedua di dunia. Penyakit menular ini pada tahun 2013 dan 2014 diperkirakan mencapai 1,6 juta kasus dengan 1 juta kasus baru setiap tahunnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemeritah Kabupaten Badung, menyiapkan tenaga penjangkau TB di seluruh desa yang ada di wilayahnya. Kasus TB diyakini ada dan terjadi di masyarakat, tetapi sebagian besar masyarakat tidak mau melaporkan dirinya termasuk menjaga kesehatannya dengan baik. “Nanti akan ada petugas kita yang akan melakukan komunikasi, pendekatan termasuk koordinasi bahkan memediasi, memfasilitasi sekaliguas mendorong masyarakat kita di Badung untuk mau ditangani khasus TB nya,” ungkap Ketua PPTI Cabang Badung, Ketut Suiasa, dalam Rapat Kordinasi (Rakor) Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Wilayah Bali ke-17 dilaksanakan di ruang pertemuan Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung Mangupraja Mandala, Jumat (8/12).

Menurutnya, fasilitas kesehatan di Badung telah dilengkapi sarana prasarana yang memadai, sekarang tinggal mental masyarakat mau atau tidak berobat. “Penanganan masalah Tuberkulosis merupakan suatu upaya yang harus dilakukan bersama-sama dan secara komprehensif, kolektif dan terintegrasi. Kita tidak bisa mengananinya secara sepotong-sepotong saja, namun harus menyeluruh dan tuntas,” tegasnya.

Melalui rakor tersebut, Ketut Suiasa berharap akan menghasilkan langkah-langkah nyata serta kebijakan yang harus dilakukan baik saat ini maupun untuk dimasa yang akan datang. Selain itu, sebagai upaya evaluasi kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. “Khusus untuk di kabupaten badung telah dilakukan upaya-upaya percepatan pemberantasan tuberkulosis,” katanya.

Baca juga:  Badung Santuni Perangkat Subak

Ketua wilayah PPTI Cabang Bali, I Gusti Bagus Puspa Negara, mengakui, kasus TB di Indonesia menempati urutan ke dua di dunia. Karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menekan penyebaran penyakit TB tersebut. Salah satu upaya yang harus dilaksanakan yaitu dengan menerapkan ketok pintu, dengan selogan “Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TB”.

Puspa Negara juga mengajak seluruh cabang PPTI Bali untuk selalu bekerja dan bekerja serta melakukan terobosan, sehingga kedepan penanganan masalah TB dapat dilakukan secara maksimal.

Sementara Kadis Kesehatan Provinsi Bali yang diwakili Kabid dr. Gede Wira Sunetra menjelaskan, tuberkulosis masih menjadi masalah Global dan nasional. Menemukan dan menyembuhkan pasien TB merupakan upaya terbaik dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyakit TB.

Disebutkan, tahun 2016 diperkirakan ada sebanyak 13.600 kasus TB di sembilan kabupaten/kota di Bali pada 2016. Namun baru tercatat 3 ribu kasus hanya 23 persen yang dapat ditemukan. “Sebenarnya berbagai kemajuan telah dicapai dalam penanganan TB, namun tantangan program kedepan tidaklah ringan, karena terdapat kasus TB dengan penyakit penyerta seperti TB HIV, TB Kebal Obat dan TB anak. Untuk itu komitmen dari berbagai pihak multi sektoral sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama yaitu bebas TB di tahun 2035,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.