Tim gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pemuda yang terseret arus di pesisir Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (7/12). (BP/udi)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Musim hujan yang diikuti derasnya arus mulai memicu musibah di Banyuwangi, Jawa Timur. Seorang pemuda tewas setelah terseret arus di pantai Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Rabu (6/12) sore.

Korban tewas bernama Febri (17), warga setempat. Remaja ini tewas setelah sempat tertolong nelayan. Satu teman korban, Rio (17), masih dinyatakan hilang.

Hingga Kamis (7/12) siang, korban belum juga ditemukan. Tim SAR gabungan masih menyisir di sekitar perairan selat Bali. Insiden ini bermula ketika korban mandi di pesisir Kemendungan di desa setempat bersama 8 temannya.

Versi warga, korban sudah sempat diingatkan agar tak ke tengah laut. Sebab, arus laut di utara selat Bali ini sangat kuat. Namun, para korban tak menggubris. Alhasil, menjelang petang, para korban terseret arus.

Febri berusaha menolong Rio yang terseret. Naas, Febri justru terbawa ke tengah. Nelayan sempat menemukannya dalam kondisi pingsan. Lalu, dibawa ke puskesmas setempat. Beberapa menit mendapat perawatan medis, korban akhirnya meninggal.

Baca juga:  Sungai Meluap, 4 Kecamatan di Banyuwangi Dikepung Banjir

Sedangkan Rio tak juga ditemukan. “Versi warga, Rio terlanjur tenggelam lantaran tak bisa berenang. Kami masih terus melakukan pencarian bersama SAR gabungan,” kata Kapolsek Wongosrejo Iptu Kusmin, Kamis siang.

Menurut Kapolsek, tim SAR gabungan melakukan pencarian sejak pagi. Mulai kapal Satpolair dan Basarnas. Pencarian kata dia menyisir kawasan utara selat Bali, mulai pantai Watudodol, Bengkak hingga sekitaran Pulau Tabuhan. “Pencarian sempat kita hentikan lantaran cuaca buruk,” jelas Kusmin.

Sesuai prosedur operasional standar, kata dia, proses pencarian akan dilakukan beberapa hari ke depan. Selain tim SAR, pencarian juga melibatkan para nelayan. Mereka ikut menyisir perairan menggunakan perahu.

Musibah serupa juga terjadi di sungai Mangli, Desa/Kecamatan Songgon. Seorang pemuda, Agus, hilang setelah terseret arus sungai saat bermain arung jeram menggunakan ban, Rabu sore. Kala itu, korban bermain arung jeram bersama 5 temannya. “Pelampung yang digunakan korban sempat ditemukan. Tapi, korban masih menghilang,” kata Kapolsek Songgon AKP Bakin, Kamis siang. (Budi Wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.