Gunung Agung saat mengeluarkan asap tebal berwarna kelabu. PVMBG menaikkan kembali statusnya menjadi Awas. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Bencana alam erupsi magmatik Gunung Agung mulai terdampak di sektor pariwasata. Destinasi wisata tertua di Bali, yakni Sanur mulai merasakan dampak erupsi serta ditutupnya bandara beberapa hari lalu. Kini, rata-rata hunian hotel di sanur berkisar antara 10 sampai 12 persen saja. Bahkan, ada beberapa hotel, tingkat huniannya hanya satu digit saja.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar I.B.Gede Sidharta Putra yang dihubungi, Selasa (5/12) menyebutkan, dalam hitungan minggu, dampak erupsi Gunung Agung sudah mulai terasa.

Ironisnya, jauh lebih parah ketimbang terjadi bom Bali 2012 lalu. Pada saat itu, hunian hotel masih berkisar pada angka 30 persen ke atas. “Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi kita pelaku pariwisata. Karena untuk bisa operasional secara penuh, minimal tingkat hunian berkisar antara 40 sampai 45 persen,” ujar Sidharta Putra yang juga Ketua PHRI Denpasar dan Ketua Yayasan Pembangunan Sanur ini.

Dikatakan, pelaku wisata di Sanur kini sudah mulai melakukan berbagai efisiensi dalam operasionalnya. Misalnya saja, langkah pertama, mengatur jadwal karyawan untuk libur, sehingga tidak harus merumahkan mereka. Demikian pula terhadap penggunaan lampu, air serta yang

Baca juga:  Bungaya Kangin Ikut Jadi Desa Terdampak Erupsi Gunung Agung

lainnya agar lebih efektif. “Kita sudah mulai melakukan penutupan beberapa saluran air yang memang kamarnya tidak terisi. Lampu juga kita padamkan untuk efisiensi,” katanya.

Ia khawatir, bila dalam jangka waktu lama kondisi seperti ini, tidak mustahil akan terjadi pemutusan hubungan kerja. Dampak ikutannya, akan merembet ke berbebrapa sektor, mulai dari para suplayer sampai ke petani. “Kita kan belum tahun, sampai kapan kondisi ini. Karena menyangkut bencana alam,” ujar Sidharta.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Maria Antonia Dezire Mulyani ditemui di ruang Praja Utama Kantor Wali Kota mengtakan, bencana erupsi Gunung Agung dipastikan berdampak besar

terhadap kunjungan wisatawan ke Denpasar. Terlebih, mulai saat ini bendara sudah memberlakukan penutupan. “Mau tidak mau, kita pasti kena dampaknya,” ujar mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa ini.

Pihaknya juga terus melakukan pendataan terkait kunjungan wisatawan ke Denpasar. Memang ada penurunan jumlah kunjungan akibat dampak dari erupsi Gunung Agung. Namun, kami juga telah membahas penanggulangannya bersama Bali Tourism Board. Pembahasan dampak erupsi Gunung Agung menurut Dezire juga dilakukan bersama Kementerian Pariwisata RI.(asmara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.