Gubernur Mangku Pastika sedang mendengarkan penjelasan dari petugas PVMBG saat di Pos Pantau Rendang. (BP/ist)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali I Made Mangku Pastika untuk kesekian kalinya mendatangi pos pemantauan yang berlokasi di Desa Rendang, Karangasem untuk mengetahui perkembangan Gunung Agung. Yang terbaru orang nomor satu di Bali itu menyambangi Pos Pantau pada Senin (4/12).

Gubernur Pastika mengutarakan, pihaknya hanya ingin mengetahui perkembangan terbaru Gunung Agung. Meski secara visual Gunung terlihat lebih kalem, namun kemungkinan untuk erupsi masih besar.

Atas kondisi itu, pihaknya hanya bisa berharap kalau kondisi Gunung bisa secepatnya membaik. Namun semua itu, harus mengikuti semua perkembangan dari ahlinya dan dari gunung itu sendiri. Jadi yang perlu dipersiapkan saat ini adalah kesiapan masyarakat maupun pemerintah daerah maupun provinsi ketika terjadi kemungkinan terburuk. “Kita rasa kesiapan itu yang harus disiapkan. Sekarang masyarakat sudah tenang tidak panik lagi. Semoga dengan begitu, kita dari pemerintah juga bisa mempersiapkan segala kebutuhan mereka yang lebih baik lagi,” terangnya.

Pejabat asal Buleleng itu manambahkan, meskipun aktivitas masih tinggi, akan tetapi sangat mengharapkan asap yang keluar dari gunung bisa bertiup menjauh dari bandara. Sehingga jika ada abu vulkanik tidak lagi menggangu aktivitas penerbangan. “Kita harap anginnya tidak mengarah ke bandara. Sehingga tidak lagi mengganggu penerbangan di Ngurah Rai maupun penerbangan yang lainnya di luar Bali,” ujar Pastika.

Baca juga:  Kerugian Ekonomi Erupsi Gunung Agung Capai Rp 2 Triliun

Terkait para pengungsi yang saat ini mulai dilanda kejenuhan selama berada di pengungsian, menurut Pastika mereka harus diberikan kegiatan yang bermanfaat seperti industri kreatif menganyam dan lainnya. Dengan begitu, mereka ada kegiatan di pengungsian. “Tapi kalau hal lain kita harus link-kan dengan industri lain,” tegas Pastika.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga meminta kepada sekolah terutama sekolah negeri yang menerima siswa pengungsi agar tetap menampung mereka tanpa diskriminasi. Apalagi sebentar lagi akan dilaksanakan UN.

Jadi, mereka harus diterima dengan baik. Agar mereka tetap mendapatkan pendidikan dengan layak. “Kita juga minta tidak ada administrasi yang menjelemet yang bisa menyulitkan mereka,” pintanya.

Soal ketersediaan air bersih, Pastika menegaskan saat ini pihaknya masih mengusahakan itu. “Kita sedang menyiapkan tandon air dan mobil tanki untuk mendrop air bersih ke tempat-tempat pengungsian,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga meminta kepada warga yang masih saja nekat kembali ke kampung halaman mereka yang berada di zona merah, supaya sekarang ini jangan dulu kembali. Karena itu akan dapat membahayakan dirinya mereka sendiri. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.