Warga mengarak male memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Belasan male (telur yang dihias di atas wadah) diarak warga di Kelurahan Loloan Kecamatan Jembrana, Minggu (3/11). Pawai keliling kampung dengan mengarak male ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Loloan, Jembrana dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Male ini sejatinya dibuat bagi warga yang ingin menggunting rambut bayinya. Di dalam wadah yang diarak itu terdapat telur yang dihiasi dengan macam hiasan dan bentuk menurut kreatitivitas.

Ada yang berbentuk buah-buahan hingga rumah panggung Loloan. Telur berbagai hiasan itu dibungkus kertas warna warni dengan jumlah yang cukup banyak. Bahkan dalam satu wadah bisa mencapai seratus hingga dua ratus telur.

Prosesi mengarak male dilakukan di Kampung Loloan Timur mulai dari jalan Gunung Agung hingga ke Masjid Agung yang berjarak sekitar 400 meter. Proses mengarak male ini juga diiringi dengan musik hadrah. Di sepanjang jalan tersebut, warga berkerumun melihat iring-iringan male.

Baca juga:  Gizi Pada Telur dan Manfaatnya bagi Tubuh

Sesampai di Masjid, prosesi dilanjutkan dengan mencukur rambut bayi yang diempu oleh orang tua. Bersamaan pemotong rambut bayi tersebut, juga dilakukan kegiatan ambur salim.

Sejumlah warga menabur beras kuning yang berisi uang logam ke arah kerumunan anak-anak di halaman Masjid. Sedangkan telur-telur yang sebelumnya diarak itu, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir. “Awalnya tradisi male itu dibuat menggunakan telur bebek yang ditusuk menggunakan batang bambu dan ditancapkan batang pohon pisang. Sekarang sudah menggunakan telur ayam, karena lebih mudah didapat,” ujar Ahmad Fawaid, Ketua Remaja Masjid Baitul Qodim.

Tradisi ini sering digelar bersamaan dengan potong rambut bayi yang merupakan salah satu proses setelah lahir. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.