JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua MPR Zulkifli Hasan mengungkapkan kegalauannya mensinergikan program sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada Generasi Now yang cenderung individualistis dan fanatis terhadap kelompok. Untuk itu, ia mengaku sedang mencari formula dan masukan kepada pihak berkompeten untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada Generasi Now.

“Justru kehadiran saya ke sini untuk membagi masalah kepada para ahlinya di sini agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila tetap menjadi  ideologi negara kebangsaan kita,” kata Zulkifli Hasan di depan para pakar keilmuwan dalam sarasehan nasional bertema Pancasila & Nasionalisme Era Milenial selama dua hari di Kampus Pancasila, Jakarta, Kamis (30/11).

Bagi Zulkifli Hasan, ke-Indonesia-an bisa mengalami titik nadir apabila Generasi Now tidak dilibatkan dalam pengelolaan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Alasannya, pola sosialisasi kekinian sulit menembus ke alam Generasi Now yang memegang prinsip kepribadian mandiri menentukan sejarah kesuksesan pribadi hingga dunia.

Baca juga:  Polda "Dibanjiri" Karangan Bunga

Hal itu ditandai dengan berkembangnya pola Identitas Kelompok/lokal/sektarian/suku bangsa dengan Identitas Nasional/bangsa dan Identitas Dunia/Global. Ia mencontohkan artikulasi Persatuan, bagi generasi now adalah Kumpul Bareng.

Di dalam kelompok itu, setiap orang yang melukai dirinya berarti melukai kelompoknya, atau melukai rasa kebangsaannya, bahkan melukai dunianya. “Mustahil sosialisasi empat pilar berhasil kalau tidak beradaptasi dengan cara-cara sesuai Generasi Now. Karena lingkungan pergaulan mereka itu tanpa dibatasi teritori dan bangsa,” jelas Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (Hardianto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.