Ilustrasi
JAKARTA, BALIPOST.com – Ruang Pokja Sipil di koridor antara Gedung Nusantara III DPR RI dengan Gedung Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan, Selasa (14/11) pada pukul 10.48 WIB terbakar. Beruntung petugas pemadam kebakaran dibantu petugas pengamanan dalam sigap memadamkan api yang membakar ruang yang didalamnya terdapat Air Handling Unit (AHU).

Pimpinan DPR dan sejumlah pihak mengaku khawatir dengan insiden tersebut, sebab letaknya berdekatan dengan ruang pimpinan DPR. Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto pada saat kejadian berada di ruang kerjanya menjelaskan ketika terjadi kebakaran dia langsung dievakuasi ke loby Gedung Nusantara III, mengingat ruang kerja Agus Hermanto di lantai 3 tepat berada di atas lokasi kebakaran yang berada di lantai 2 Gedung Nusantara III.

Saat kebakaran terjadi, alarm di DPR meraung dua kali. Pamdal DPR lantas berlarian menuju lokasi kebakaran. Kebakaran yang terjadi diketahui akibat korsleting listrik. “Di ruangan AC di situ memang tempat berkumpulnya teknisi dan sebagainya. Tapi ada boks listrik di situ, AHU namanya, di situ terjadi korsleting listrik,” terang Agus Hermanto.

Baca juga:  Giri Prasta Tegaskan Perluasan Bandara Jangan Reklamasi

Plt. Sekjen DPR Damayanti di lokasi kejadian mengatakan sudah mengevakuasi seluruh pegawai DPR ke luar gedung. Dijelaskan Maya demikian sapaan akrabnya, bahwa ruangan-ruangan di sekitar lokasi kebakaran terdiri dari material yang mudah terbakar seperti kayu.

Ia mengakui, asap kebakaran cukup pekat sehingga menyulitkan untuk bernapas, sejauh pantauan terdapat 2 orang yang mengalami gangguan pernafasan akibat asap kebakaran.
Beberapa jam setelah terbakar api berhasil dipadamkan. Setidaknya sepuluh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut. Dalam peristiwa tersebut, sebelumnya petugas telah memecahkan kaca untuk memudahkan pemadaman. (Hardianto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.