MANGUPURA, BALIPOST.com – Seorang pengunjung pantai Kuta ditemukan tewas, Sabtu (11/11). Pengunjung atas nama Sutarlan (28) asal Temanggung, Jawa tengah ini, pagi hari sekitar pukul 07.00 wita, diketahui terseret arus saat berenang bersama dengan teman-temannya.

Teman-temannya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Balawista dan diteruskan kepada pihak Basarnas Kantor SAR Denpasar. Sesuai data yang diperoleh dari laporan salah seorang anggota Balawista, korban yang berdomisili di Bali ia tinggal di daerah Pondok Satria, Gg Kingkong, Banjar Kubu Anyar Kuta.

Salah seorang teman korban sempat menceritakan awal mula peristiwa naas tersebut. Menurut keterangannya saat sedang asyik berenang tiba-tiba arus datang dan menyeret korban.

Teman-temannya tak bisa berbuat banyak, karena dalam waktu singkat tubuh Sutarlan sudah tak terlihat. Dalam pencarian korban, sebanyak 14 personil Kantor SAR Denpasar dikerahkan ke lokasi. Bahkan, personil dari KN SAR Arjuna yang berada di Benoa berjumlah 3 orang juga ikut dilibatkan.

Baca juga:  Lakukan Rekonstruksi, Begini Kronologi Penusukan Tentara hingga Tewas

Setelah berjam-jam melakukan penyisiran, akhirnya jasad Sutarlan ditemukan tak jauh dari titik ia tenggelam. Saat ditemukan, tubuh korban sudah terbujur kaku dengan pakaian masih melekat di tubuhnya.

Selanjutnya jasad korban dievakuasi menuju RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulance Balawista Badung.

Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana, S.E ikut langsung terlibat di lokasi menyampaikan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati saat  beraktivitas di tempat-tempat yang beresiko terjadi bahaya. Dikatakannya, saat-saat seperti inilah, persentase terjadinya kondisi membahayakan bagi manusia menjadi lebih besar.

Sebagai tim SAR sudah menjadi keharusan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Tak ada yang pernah bisa memprediksi kondisi alam, untuk itulah kita harus lebih hati-hati,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.