DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang undagi yang menekuni profesi membuat bangunan tempat suci maupun rumah Bali, harus berpegang teguh pada Asta Kosala Kosali. Selain mengatur letak bangunan di dalamnya, undagi harus mampu mengatur tata ukuran dan bahan kayu apa saja yang boleh dipergunakan dalam membuat dan membangun tempat-tempat suci dan bangunan tersebut.

Pemahaman, terutama “sikut” Bali ini sangat penting. Dalam aturan ini, proses pekerjaan seorang undagi sudah dengan tegas dijelaskan.

Menurut salah satu undagi sanggah sekaligus pemangku, Jero Mangku Alit Dalem Keputungan, bukan saja Asta Kosala Kosali yang diperhatikan, tetapi juga proses penyucian seorang undagi. Sebelum menekuni profesi undagi, seseorang akan melalui proses pembersihan secara skala dan niskala.

Baca juga:  Badung Gratiskan Jasa Gambar IMB

Ia mengatakan jika seseorang yang bisa mengerjakan tempat suci, namun belum melaksanakan upacara pembersihan berupa pawintenan, biasanya banyak menemui masalah maupun rintangan. Hal ini juga menjadi bagian dari hal-hal yang harus dipahami seorang undagi.

Ia mengutarakan Asta Kosala Kosali juga menentukan ada beberapa kayu yang harus diletakkan sesuai dengan sebutan dan status yang dijabarkan dalam sastra agama. Pemanfaatan Asta Kosala Kosali dalam pengerjaan bangunan Bali ataupun tempat suci akan menjadikan segala hal yang dikerjakan memiliki taksu atau kekuatan secara spiritual. (kmb/balitv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.