Pengendara motor melintas di KCP Bank Mandiri yang terletak di Amlapura. (BP/gik)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Roda perekonomian Karangasem masih belum berjalan normal sejak Gunung Agung ditetapkan berstatus Awas. Selain warga, lembaga perkantoran BUMN/swasta juga masih enggan beroperasi di pusat Kota Amlapura.

Meski sudah berulang kali ditegaskan bahwa Kota Amlapura masih di zona aman, sejumlah lembaga perbankan masi memutuskan menutup operasional kantor cabangnya.

Dua bank besar yang belum beroperasi adalah Bank Mandiri dan BNI. Namun, agar nasabahnya tidak bingung, pihak manajemen Bank Mandiri memasang pengumuman di pintu kantornya, bahwa Bank Mandiri KCP Amlapura sementara pindah operasional ke KCP MMU Padangbai.

Meski demikian, Bank Mandiri memastikan, tetap melayani kebutuhan transaksi. “Kami tetap melayani kebutuhan transaksi nasabah ATM yang tetap online 24 jam juga melalui elektronik banking (Mandiri Online, Mandiri Mobile dan SMS Banking),” begitu penjelasan pihak Bank Mandiri kepada para nasabahnya melalui pengumuman itu.

Sama dengan Bank Mandiri, BNI KCP Amlapura juga menutup kantornya di Kota Amlapura. BNI KCP Amlapura di Jalan Ahmad Yani, Amlapura, hanya dijaga satu orang security, yang bertugas menjelaskan kepada para nasabah yang datang ke kantor tersebut.
Sesuai dengan selebaran yang ditempel di pintu masuk bank, BNI KCP Amlapura tidak beroperasi sebelum aktivitas vulkanik Gunung Agung telah dinyatakan kembali normal oleh pihak berwenang.

Sementara, seluruh aktivitas perbankan BNI KCP Amlapura dipindahkan ke BNI Layanan Gerak (BLG) yang berlokasi di Banjar Dinas Nyuh Tebel Kawasan Wisata Candidasa. Sedangkan, transaksi operasional perbankan lainnya juga dapat dilayani di outlet lainnya, seperti KCP Klungkung, KCP Gianyar dan lainnya. Sementara layanan e banking (SMS Banking, Internet Banking, Mobile Banking, hingga PhoneBanking masih dapat digunakan sebagai sarana transaksi.

Beda dengan Bank Mandiri dan BNI, lembaga perbankan lainnya seperti BRI Kanca Amlapura, operasionalnya tetap berjalan seperti biasa. Pimpinan Cabang BRI Kanca Amlapura, I Gede Dianarta, Sabtu (21/10) mengatakan sejak Gunung Agung dinyatakan naik level awas, Kantor Cabang Amlapura tetap melayani nasabah seperti biasa.

Baca juga:  Pasca Ditinggal Mengungsi, Begini Situasi Pagi Kota Amlapura  

Hanya saja tujuh kantor unit yang ada zona awas dan sekitarnya sempat ikut mengungsi. “Setelah melihat perkembangan saat ini, lima kantor unit sudah akan dikembalikan beroperasi di tempat semula mulai Senin. Antara lain, Unit Tukadeling Kubu, Unit Menanga Rendang, Unit Bebandem, Unit Culik dan Unit Subagan. Sementara yang belum kembali, Unit Selat dan Unit Kubu,” kata Dianarta.

Selain antisipasi kantor operasional alternatif, BRI juga melakukan langkah-langkah terhadap persoalan kewajiban kredit nasabah yang tersendat karena harus mengungsi. Pertama, pihaknya mengecek data para nasabahnya yang ada di pengungsian, maupun nasabah yang memiliki usaha yang terdampak dari situasi saat ini.

Setelah itu, baru pihaknya bisa memberikan formulasi kebijakan restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit ini bentuknya ada berbagai macam, seperti bisa rescheduling atau penjadwalan ulang jangka waktu untuk tidak membayar bunga dulu, ada juga bisa diberikan keringanan bunga dan berbagai bentuk kebijakan lainnya. Jadi, Dianarta menegaskan, tergantung jenis utangnya atau bisnisnya nasabah, sehingga kebijakan yang diberikan pihak bank tidak dipukul rata pada semua nasabah yang mengungsi dan kena dampak.

Bagi nasabah yang masih bingung menghadapi persoalan ini, pihaknya menyarankan segera datangi ke kantor unit terdekat atau langsung ke BRI Kanca Amlapura. Disana akan dijelaskan, masalah yang dihadapi nasabah apa dan solusi formulasi restrukturisasi kreditnya apa. Disinggung berapa jumlah nasabah yang ada di pengungsian saat ini usai dilakukan pendataan,
Dianarta mengatakan jumlahnya mencapai ribuan.

Tetapi, belum dapat dipastikan, karena datanya terus berkembang. BRI Kanca Amlapura sendiri sudah ditunjuk sebagai koordinator A untuk wilayah Karangasem oleh Kementrian BUMN. Tugasnya, untuk mengkoordinasikan bantuan yang diserahkan semua BUMN lainnya di Karangasem. Tidak hanya bantuan yang diserahkan langsung ke Pos Komando Tanah Ampo, tetapi juga bantuan yang diserahkan langsung ke lokasi pengungsian. Tujuannya, agar bantuannya proporsional, tidak tercecer dan tepat sasaran bekerja sama dengan BPBD Karangasem dan Provinsi Bali. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.