bayi
Bayi kembar tiga. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Bagi pasangan muda Gede Merta Sedana (24) dan Made Suardani (22) memiliki anak adalah impian mereka sejak menikah. Namun alangkah bahagianya ketika pasangan suami istri ini benar -benar menerima anugrah luar biasa dari Tuhan, mereka  memiliki anak kembar tiga.

Kembar tiga memang jarang terjadi jika tidak ada program di dokter spesialis. Namun menurut Gede Merta Sedana seorang pegawai di Pelabuhan Gilimanuk asal Baluk 2 Desa Baluk, Negara ini kehamilan istrinya merupakan proses alami.

Ditemui di rumahnya ketika akan berangkat imunisasi, Kamis (12/10), Gede Merta Sedana didampingi istri, ibunya Ketut Kertiasih dan mertuanya mengatakan ketiga anak kembarnya itu lahir pada 29 September 2017 pukul 12.15 lalu melalui operasi cesar di RSUD Negara.

Ketiga bayinya yang pertama perempuan dengan berat 1 kg 8 ons, kedua perempuan dengan berat 1 kg 9 ons serta yang ketiga laki-laki dengan berat 2 kg 1 ons. Ketiganya lahir dengan selamat, sehat dan normal. Hanya bayinya yang nomor dua harus diopname di RSU Negara sejak Rabu (11/10) karena diduga kekurangan cairan. “Bayi kami yang kedua masih dirawat,  belum boleh ditengok dan ditemani. Ini kami mau ke RSU mau imunisasi dua bayi kami,” kata Gede.

Baca juga:  Bayi Baru Lahir Terpaksa Bertahan Hidup di Tempat Pengungsian

Dikatakan sebenarnya sejak usia kandungan 5 bulan, mereka sudah tahu kemungkinan bayinya akan kembar tiga karena hasil dari USG. “Dokter saat USG seperti mendapat bayangan 3 bayi, dan itu sudah diprediksi,” jelasnya.

Menurut Ketut Kertiasih, ibu kandung Gede, cucunya hingga saat ini belum diberi nama karena ada yang pusarnya belum lepas. “Nanti sekalian kami tanyakan ke orang pintar siapa sebenarnya yang reinkarnasi. Istilah Balinya ngidih nasi. Setelah itu baru kami akan beri nama,” jelasnya.

Mereka berharap ketiga bayi tersebut tumbuh sehat dan selamat. Karena bayi-bayi tersebut merupakan bayi istimewa. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.