Tanaman misterius diduga bunga bangkai yang tumbuh di lahan tegalan milik Nyoman Suarjana di Banjar Mas, desa Sayan, Ubud. (BP/bit)
GIANYAR, BALIPOST.com – Rumah milik I Nyoman Suarjana (47) warga banjar Mas, desa Sayan Kecamatan Ubud, Gianyar, Rabu (11/10) mendadak didatangi sejumlah orang. Pasalnya, tegalan yang berada di belakang rumahnya, ada jenis tanaman bunga yang diduga bunga bangkai.

Tak pelak sejumlah warga pun mengabadikan bunga yang tumbuh di bawah pohon kelapa itu. Sayangnya, pemilik tegalan Suarjana mengaku dirinya bahkan tidak tahu menahu perihal adanya bunga tersebut. Ia justru baru mengetahuinya ketika sejumlah awak media datang kerumahnya. “Saya bahkan baru tahu, kalau ada bunga yang dibilang bunga bangkai tumbuh di tegalan,”ucapnya polos.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir pariwisata freelance ini pun sebelumnya tidak memiliki firasat apapun, dan menganggap hal itu biasa saja. Karena sebelumnya ada bunga jenis serupa juga muncul di tegalan miliknya, namun ukurannya lebih kecil.

Suarjana pun tak tahu pasti jenis tanaman tersebut. Termasuk dampak positif negatif tumbuhnya tanaman berbau amis itu terhadap lingkungan maupun keluarganya. Dikarenakan ketidaktahuannya, Nyoman Suarjana pun memilih membiarkan apa adanya. “Ya sementara biarin saja dulu. Siapa tahu nanti ada petunjuk,” jelasnya.

Baca juga:  Tangani Kemacetan Ubud Pengadaan Shuttle Bus Mendesak

Sepengetahuan Suarjana, tumbuhnya tanaman sejenis ini muncul setiap 3 tahun sekali. “Sudah lama sekali pernah ada, sekitar tahun 2014. Tapi kecil, tidak sebesar sekarang,” ucapnya.

Untuk diketahui, tersiarnya kabar keberadaan bunga bangkai ini muncul ketika salah seorang warga menggunggah ke akun media sosial. Tanaman dengan bunga warna merah marun di bawah pohon kelapa ini pertama kali ditemukan tetangga Suarjana yang juga merupakan kerabatnya yang bernama I Wayan Sudiarsa alias Subur. Awalnya Subur yang hendak mencuci tangan di dapur yang berada di dekat tegalan milik Suarjana melihat ada keanehan.

“Aneh saja, ada tumbuhan warna merah marun di bawah pohon kelapa, saat itu sekitar jam 10.00 siang,” ucapnya ketika dikonfirmasi.

Atas temuan itu, Subur pun lantas memberitahu warga sekitar termasuk pemilik tegal. (puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.