SEMARAPURA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengunjungi posko pengungsian bencana Gunung Agung di Gor Swecapura, Klungkung, Minggu (24/9). Pastika mengatakan, jumlah pengungsi yang tersebar di seluruh Bali telah mencapai 25.000 jiwa lebih.

Diprediksi apabila Gunung Agung meletus sekitar 70.000 jiwa akan mengungsi. Ia mengimbau agar masyarakat yang mengungsi tetap bersabar dengan keadaan saat ini. Sebab, kapan meletusnya Gunung Agung tidak ada yang bisa memprediksi. “Ya karena tidak ada yang memprediksi berapa lama ini akan terjadi, karena belum pernah ada ahli yang bisa memprediksi. Sebab perilaku Gunung Api itu berbeda-beda. Bahkan, dulu di Gunung Kelod yang dinyatakan awas, 2 jamnya lagi sudah meletus,” tuturnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Pastika mengapresiasi kinerja Pemda Klungkung dalam penanganan para pengungsi. Bahkan, ia tidak memikirkan lagi masalah pelayanan kesehatan, makanan, dan pendidikan karena telah dilakukan oleh Pemda Klungkung. “Sementara saya tidak pikirkan di Klungkung karena kesehatan, makanan, pendidikan sudah oke. Saya percaya kepada pemda klungkung, saya fokus di Karangasem dan Buleleng. Kalau Klungkung nanti sudah tidak mampu, baru kami di Pemprov akan bantu,” ujar Pastika yang datang pada pukul 11.15 Wita.

Baca juga:  Pasca Penurunan Radius KRB, Ribuan Warga Pengungsi Akan Dipulangkan

Dalam kesempatan tersebut, Pastika meminta kepada para pengungsi yang berada di titik-titik pengungsian yang jumlahnya sedikit agar segera bergabung di posko pengungsian di Gor Swecapura. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan agar mudah diberikan pelayanan. “Kalau ada yang mau gabung harus diterima, dan jika tidak mau gabung tidak apa-apa, tetapi kita tidak bisa layani satu per satu,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh bupati/walikota se-Bali agar tetap stand by untuk ikut melayani dan mengurusi masyarakat pengungsi dari bencana Gunung Agung ini. Sebab, Pastika menyatakan bahwa satus Gunung Agung yang sudah berada di level IV (awas) telah menjadi bencana bagi Provinsi Bali.

Bahkan, seluruh SKPD di Pemprov Bali sudah dikerahkan ke Tanah Ampo untuk membuat posko pengungsian lengkap dengan Satgasnya. “Dalam tahap tanggap bencana ini kita semua harus bisa bekerja dengan baik, sehingga tidak ada korban dan tidak ada hal-hal yang dapat merugikan kita bersama terjadi,” ujarnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.