siaga
Gunung Agung. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejak aktivitas Gunung Agung berstatus waspada, masyarakat di lereng Gunung Agung makin sering menghadapi gempa bumi. Gempa kecil-kecil yang hanya bisa terekam lewat alat seismograf memang tidak terlalu dirasakan. Tetapi, warga juga sering diguncang gempa cukup kuat.

Seperti yang dialami warga di Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Senin (18/9) malam, warga setempat dibuat waswas setelah wilayah itu diguncang gempa cukup kuat.

Perbekel Amerta Bhuana Wayan Suara Arsana, mengatakan gempa cukup kuat itu terjadi sekitar pukul 19.03 wita. Guncangan gempa membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah. Apalagi, ditengah isu terus meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini yang mencatat gempa bumi terjadi hingga 300 kali sehari. “Keras sekali gempanya tadi. Warga kami di sini cukup terkejut,” kata Perbekel Wayan Suara Arsana.

Meski gempanya cukup kuat, tetapi Suara menegaskan gempanya tidak terlalu lama. Sehingga, usai gempa itu warga kembali tenang dan masuk ke dalam rumah masing-masing. Dia juga tetap meyakinkan warganya agar tetap tenang, sampai memantau bagaimana perkembangan lebih lanjut soal status aktivitas vulkanik Gunung Agung ini. “Gempanya memang cukup kuat, jadi muncul rasa takut,” ujar warga setempat Wayan Eka.

Hingga berita ini ditulis, belum ada info resmi dari BMKG Bali berapa SR kekuatan gempa yang paling terasa di Desa Amerta Bhuana itu. Demikian juga informasi resmi dari Pos Pemantauan Gunung Agung yang di update setiap enam jam sekali.

Baca juga:  Hadapi Erupsi Gunung Agung, XL Axiata Siapkan Antisipasi Jaringan

Sementara itu, titik gempa yang dirasakan warga tidak hanya di Desa Amerta Bhuana, guncangan gempa cukup kuat ini juga dirasakan warga di beberapa desa di Kecamatan Kubu. Beberapa warga disana mengaku juga merasakan gempa cukup kuat. Guncangan gempa juga amat dirasakan warga di Kecamatan Bebandem, seperti di wilayah Yeh Kori. “Gempa juga dirasakan warga kami di Rendang. Semoga tak terjadi apa-apa. Semoga status Gunung Agung segera turun jadi normal lagi,” kata warga di Rendang, Wayan Merta.

Gempa kuat seperti ini juga sempat dirasakan warga di Desa Sebudi, Kecamatan Kubu. Itu terjadi pada Kamis (14/9) malam, hingga membuat warga di sekitarnya terjaga hingga pagi. Salah satu warga setempat, Wayan Widiasa mengatakan gempa cukup kuat itu dirasakan warga di sekitar pemukimannya sekitar pukul 22.40 wita.

Saat itu, dia merasakan terjadi gempa sekitar enam kali. Cuma yang paling kuat dirasakan sekali hingga membuat warga sekitar sempat cemas akan aktivitas gunung terbesar di Bali ini. “Biasanya gempa kecil-kecil, tetapi terjadi satu gempa cukup kuat. Terpaksa kami tidak tidur sampai pagi, karena khawatir terjadi gempa susulan,” kata Widiasa saat itu. (bagiarta/balipost)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.