DENPASAR, BALIPOST.com – Memanjakan anak terutama putra atau putri pejabat tanpa ada batasan dalam pemberian fasilitas dari orangtuanya justru akan berdampak negatif. Selain terbiasa foya-foya, anak-anak tersebut akan mudah terjerumus sebagai pengguna narkoba.

Oleh karena itu peran orangtua khususnya para ibu harus mampu mengawasi prilaku dan pergaulan anak-anaknya. Hal itu dikatakan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat pertemuan dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Jumat (25/8) di kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Denpasar Timur. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DWP Provinsi Bali CIA Pemayun, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan BNNP Bali Niti Negari.

Menurut Kepala BNNP Bali peran DWP sangatlah besar dalam memerang peredaran narkoba, terutama dalam melakukan kegiatan mencegah penyebaran bahaya narkoba di lingkungan terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. “Kami mengadakan komunikasi informasi edukasi P4GN melalui media konvensional kepada keluarga dengan  50 orang pengurus Dharma Wanita. Kegiatan ini dirangkaikan dengan seminar tentang bahaya narkoba,” tegasnya.

Tujuan kegiatan ini selain untuk pertemuan rutin,  juga untuk memberikan wawasan kepada ibu-ibu tentang bahaya narkoba. “Seorang ibu merupakan tiang dalam suatu rumahtangga. Baik buruknya kepribadian seorang anak  tergantung dari bagaimana cara orangtua mendidiknya, khususnya seorang ibu,” ujar Brigjen Suastawa.

Baca juga:  Oknum Pegawai Bank Bobol Rumah Kos

Dalam kesempatan ini, Suastawa mengimbau kepada para ibu agar selalu mengawasi anak-anaknya, terlebih lagi anak spejabat. Anak pejabat yang notabene selalu dimanja, tanpa ada batasan dalam pemberian fasilitas dari orangtuanya. “Karena ibu Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali merupakan istri seorang pejabat daerah. Dimana menjadi suatu panutan dalam masyarakat di Bali,” ungkap mantan Karo Rena Polda Bali ini, sembari mengajak DWP  bersama-sama turut serta dalam upaya P4GN.

Masalah tentang narkoba bukan hanya masalah intern BNN saja,  tapi merupakan penyakit di masyarakat dan juga lingkup keluarga. Pada kesempatan itu, pengurus dan anggota DWP melihat program rehabilitasi bagi para pecandu sehingga klien yang terkena narkoba ini bisa pulih dari ketergantungannya.

Selain itu juga dihadirkan dua orang testimoni yang sudah mengikuti program kegiatan rehabilitasi di BNNP Bali. Banyak saran dan imbauan yang diberikan, terlebih lagi dua orang testimoni ini merupakan anak dari seorang pejabat. Sehingga menjadi cerminan tersendiri bagi mereka yang telah hadir sehingga bisa selalu waspada dalam mengawasi anak-anak mereka. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.