api dupa
Terlihat perugas memadamkan api di Toko Wati yang terbakar, Jumat (25/8). (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Kebakaran terjadi di Toko Wati di Pasar Baru Banjar Penulisan Desa Medahan Blahbatuh, Jumat (25/8). Kebakaran ini disebabkan karena nayala dupa yang ditinggal usai sembahyang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, hanya saja kerugian ditaksir hingga Rp 25 juta.

Informasi dihimpun awalnya sejumlah warga melihat kepulan asap dan api sudah membubung tinggi di atas toko. Melihat kejadian itu, warga berjibaku melakukan pemadaman secara manual lanjut menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Gianyar.

Sekitar pukul 09.30 wita 2 unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Gianyar tiba dilokasi dan langsung memadamkan api. Baru sekitar pukul 09.45 wita api dapat dipadamkan petugas. Adapun barang-barang yang dilaporkan terbakar sebagai berikut sembako,pakam ayam. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp 25 Juta.

Sementara hasil pemeriksaan polisi, diketahui pada Jumat pagi sekitar pukul 08.30 wita pemilik toko, Ni Wayan Wati (56), menghaturkan sesajen di pelinggih dalam toko yang menjual sembako dan pakan ternak itu. Selanjutnya korban Wati menutup tokonya untuk ditinggal ke lokasi tempat upacara Pitra Yadnya di Balai Banjar Penulisan, Desa Medahan,Blahbatuh.

Baca juga:  Kerugian Terbakarnya Pasar Anyar Sari Rp 9 Miliar

Kasi Humas Polsek Blahbatuh, Aiptu I Wayan Sumerti seizin Kapolsek Blahbatuh Kompol Abdus Salim membenarkan musibah tersebut. Namun korban tidak melaporkan secara resmi ke kantor polisi. “Musibah kebakaran ini tidak dilaporkan kekantor polisi karena merupakan musibah. Korban mengakui lalai tidak mematikan api dupa usai melakukan persembahyangan ditokonya,” ujarnya.

Ia pun menghimbau agar warga lebih berhati-hati, mengingat sudah berulang kali terjadi insiden kebakaran yang akibat nyala dupa yang ditinggal sembahyang. “ Ini harus diwaspadai, jangan sampai kejadian serupa kembali terulang, “ pesannya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.