watimpres
Watimpres Prof. Dr. A Malik Fadjar bersama Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. saat melakukan kunjungan kerja di Buleleng Kamis (24/8). (BP/mud)
SINGARJA, BALIPOST.com – Wacana pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) Singaraja mengemuka dalam dialog saat Kunjungan Kerja (Kunja) Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof. Dr. A Malik Fadjar di Buleleng Kamis (24/8). FK Undiksha sekarang sudah menjadi kebutuhan dalam pengembangan pendidikan di Bali Utara. Aspirasi ini akan dikomunikasikan ke Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) agar segara direalsiasikan.

Watimpres Prof. Dr. A Malik Fadjar bersama rombongan diterima oleh Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G bersama pimpinan organsiasi perangkat daerah terkait (OPD) di lingkup Pemkab Buleleng. Hadir juga beberapa tokoh yang tergabung dalam Forum Keurukunan Umat Beragama (FKUB) dan undangan lainnya.

Usai diskusi, Watimpres Malik Fadjar mengatakan, di bidang pendidikan di Buleleng sudah mengalami perkembangan yang sangat baik. Dia mencontohkan, perkembangan jenjang pendidikan SMK mulai diminati dan mampu menghasilkan lulusan mandiri, kreatif, dan memiliki keahlian (life skill) yang bermanfaat untuk bersaing dalam pasar kerja.

Di tengah perkembangan itu, Malik Fadjar mendukung wacana pembukaan FK Undiksha Singaraja. Pihaknya menilai pendidikan baru seperti FK menjadi dibutuhkan, sehingga tidak ada alasan lain oleh pemerintah menunda-nunda pembukaan FK Undiksha. Hal ini karena tidak saja Undiksha yang sudah menyiapkan kebutuhan pembukaan lembaga baru itu, namun pemerintah daerah yang memiliki rumah sakit juga sudah sangat siap mendukung pembukaan FK Undiksha.

“Di Buleleng saya menyerap aspirasi sesuai bidang tugas yang diberikan Presiden. Pendidikan di daerah ini sudah snagat baik. Terutama SMK yang didengungkan Presiden sudah berjalan dan banyak lulusan sudah bekerja. Dan khusus untuk FK di Undiksha sudah tidak layak lagi, tetapi kebutuhan harus dibuka dan kalau dibiarkan akan bertambah lambat karena ini saja sudah terlambat,” katanya.

Baca juga:  Undiksha Sabet Dua Medali di Smarcup 2017

Selain mendorong pembukaan FK Undiksha, lanjut Malik Fadjar, mengingatkan pelaksanaan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dijalankan hingga mencapai 100 persen. Ini karena program yang dicetuskan Presiden Joko Widodo sangat dibutuhkan dalam membantu dan meringankan biaya pendidikan untuk anak-anak yang kurang mampu. Dari laporan yang telah diterimanya KIP di Buleleng sejauh ini sudah terealsiasi 86 persen. “Sesuai instruksi Presiden silahkan KIP yang masuk dalam Nawa Cita Presiden Jokowi itu dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk membantu pendidikan di daerah,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G. menyambut baik perhatian pemerintah pusat yang telah menugaskan Watimpres untuk datang ke daerahnya menyerap apsirasi yang berkembang. Kesempatan ini pun dimanfaatkan untuk menyampaikan apsirasi terutama menyangkut pembukaan FK Undiksha. Saat ini Undiksha telah mendaftarkan diri sebagai Perguruan Tinggi (PT) yang akan membuka FK melalui situs website Kemenristekdikti.

Pendaftaran ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah pusat yang telah membuka kembali moratorium pembukaan fakultas baru di PT di tanah air. Setelah pendaftaran itu, Undiksha bersama Pemkab Buleleng tinggal menunggu tahapan penilaian (Visitasi) dari semua steakholders yang ada. Tahapan ini untuk menunjukkan persiapan baik sarana prasarana, sumberdaya menusia (SDM) dan hal teknis lain, sebelum nantinya FK Undiksha dengan program studi (Prodi) Pendidikan Dokter akan resmi dibuka. “Dari kunjungan kini kita sangat berbangga karena aspirasi terutama soal pembuakan FK Undiksha itu sudah dijanjikan akan dikordinasikan untuk dibuka dalam waktu dekat ini. Undiksha juga sudah mendaftarkan fakultas yang baru itu dan tinggal penilaian dan setelah itu FK Undiksha akan mulai dibuka di daerah kita,” jelasnya. (mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.