Ilustrasi. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Sembelit atau konstipasi sering kali disebabkan oleh kekurangan serat dalam diet. Konstipasi juga terjadi sebagai akibat dari kurangnya berolahraga, atau efek samping sejumlah obat-obatan. Semua orang pernah mengalami konstipasi dari waktu ke waktu, tetapi kabar baiknya adalah ada banyak pengobatan alami yang aman dan ringan untuk meredakan sekaligus mencegah konstipasi.

Berikut 5 langkah mengatasi sembelit, dikutip dari wikihow.com :

1. Perbanyak minum air

Tinja yang kering dan keras merupakan penyebab konstipasi pada umumnya, jadi semakin banyak air yang Anda minum, akan semakin mudah Anda mengeluarkannya. Memperbanyak minum air sangat penting khususnya jika Anda meningkatkan asupan serat dalam diet Anda.

Pria sebaiknya minum paling tidak 13 cangkir (3 liter) cairan setiap hari. Wanita sebaiknya minum paling tidak 9 cangkir (2,2 liter) cairan setiap hari.

Hindari minuman berkafein atau beralkohol saat Anda mengalami konstipasi. Minuman berkafein seperti kopi dan soda, juga alkohol merupakan diuretika. Diuretika akan menyebabkan tubuh Anda mengalami dehidrasi dengan menarik cairan keluar melalui peningkatan berkemih. Hal ini dapat memperparah konstipasi.

Cairan lainnya, seperti jus, kaldu bening, dan teh herbal merupakan sumber cairan yang baik. Hindarilah teh berkafein. Jus pir dan apel merupakan laksatif ringan yang alami.

2. Makan lebih banyak serat

Serat adalah laksatif alami. Serat dapat meningkatkan kandungan air di dalam tinja dan memadatkannya. Sehingga tinja lebih mudah dikeluarkan dan dapat melewati usus besar Anda dengan mudah.

Mengubah asupan serat Anda secara tiba-tiba bisa menyebabkan timbulnya gas dan perut kembung, jadi perbanyaklah serat makanan Anda secara bertahap dalam beberapa kali waktu makan. Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi paling tidak 20 hingga 35 gram serat makanan setiap hari.

Serat dapat menurunkan jumlah obat yang terabsorpsi oleh tubuh Anda. Minumlah obat paling tidak satu jam sebelum makan makanan berserat atau dua jam setelahnya.

3. Makan buah prune

Buah prune merupakan buah yang kaya serat. Buah ini juga mengandung sorbitol, suatu gula yang dapat melunakkan tinja sehingga secara alami dapat membantu meredakan konstipasi. Sorbitol merupakan stimulan usus ringan yang membantu mengurangi waktu transit tinja, dan menurunkan risiko konstipasi.

Jika Anda tidak menyukai teksturnya yang berkerut atau rasanya yang unik, Anda bisa mencoba minum jus prune. Hanya saja, jus prune memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan buah prune.

Baca juga:  Puluhan Bendung di Buleleng Alami Kerusakan

Seratus gram buah prune mengandung 14,7 gram sorbitol. Sementara 100 gram jus buah prune mengandung 6,1 gram sorbitol. Anda harus minum jus prune lebih banyak untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang sama, dan Anda juga harus mengonsumsi gula tambahan.

Jangan mengonsumsi prune secara berlebihan. Prune akan mulai bekerja dalam beberapa jam. Membiarkan satu gelas jus prune melalui usus Anda adalah hal yang penting sebelum minum segelas lagi, atau Anda berisiko mengalami diare.

4. Hindari keju dan produk olahan susu

Keju dan produk olahan susu biasanya mengandung laktosa, yang sensitif bagi beberapa orang. Laktosa dapat menimbulkan gas, perut kembung, dan konstipasi bagi beberapa orang. Jika Anda mengalami masalah konstipasi, kurangilah keju, susu, dan sebagian besar produk olahan susu lainnya dari diet hingga Anda merasa lebih baik.

Pengecualiannya adalah yoghurt, terutama yoghurt yang mengandung probiotik hidup. Yoghurt yang mengandung probiotik seperti Bifidobacterium longum atau Bifidobacterium animalis telah terbukti dapat membantu pengeluaran tinja yang lebih sering dan mengurangi rasa sakitnya.

5. Konsumsi tanaman herbal

Ada beberapa tanaman herbal ringan yang memiliki efek laksatif dan dapat melunakkan tinja. Tanaman ini adalah psyllium, flaxseed, dan fenugreek. Anda sering kali bisa menemukan suplemennya dalam bentuk kapsul, tablet, atau bubuk di toko makanan sehat, dan beberapa apotek. Beberapa di antaranya juga tersedia dalam bentuk teh. Minumlah bahan ini dengan banyak air.

Psyllium tersedia dalam beragam bentuk, yaitu bubuk dan kaplet. Bahan ini juga merupakan bahan aktif yang terkandung dalam sediaan komersial seperti Metamucil. Psyllium dapat menimbulkan gas atau kram pada beberapa orang.

Flaxseed digunakan baik untuk konstipasi maupun diare. Flaxseed mengandung serat dan asam lemak omega 3. Anda bisa mencampurkan flaxseed ke dalam yoghurt atau sereal.

Flaxseed tidak disarankan bagi orang yang memiliki gangguan pendarahan, sumbatan usus, atau tekanan darah tinggi. Jangan gunakan flaxseed jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Fenugreek digunakan untuk meredakan beberapa gangguan pencernaan, seperti sakit perut dan konstipasi. Fenugreek tidak aman digunakan jika Anda sedang hamil atau menyusui. Jangan berikan fenugreek kepada anak-anak. (Goes Arya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.