Sejumlah warga negara Tiongkok ditangkap aparat kepolisian karena diduga terlibat kejahatan cyber. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Tim gabungan Dit. Reskrimsus, Satgas CTOC Polda Bali, Mabes Polri dan kepolisian RRT menggerebek villa di Jalan Puri Bendesa, Lingkungan Mumbul, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (29/7). Petugas menangkap 32 orang asal Tiongkok dan Taiwan karena diduga telibat kasus cyber crime.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dikonfirmasi membenarkan ada pengungkapan tersebut.

Sedangkan Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Kenedy menyatakan penggerebekan itu dilakukan berdasarkan koordinasi kepolisian Tiongkok ke Tipiter Mabes Polri. Informasinya komplotan ini beraksi di beberapa negara. Selanjutnya tim Mabes Polri melakukan penyelidikan berkoordinasi dengan Polda Bali.

Hasil penyelidikan dan informasi warga sekitar TKP,  aktivitas mereka tidak diketahui karena villa tersebut dikelilingi pagar yang tinggi sekitar tiga meter. “Mabes punya alat canggih menyelidiki penipuan lintas negara via online, SMS dan telepon,” ungkap Kombes Kenedy.

Baca juga:  Promosi di Mall Tiongkok, Wonderful Indonesia Boyong Teknologi VR dan JFC

Setelah dicek ternyata tembok belakang villa dibobol dan ditutup pakai tripleks. “Dibilang jendela, bukan, kalau pintu juga bukan,” ujarnya.

Tim gabungan langsung menggerebek vila tersebut. Saat itulah puluhan pelaku penipuan lintas negara berhamburan keluar dari vila mewah lantai tiga tersebut. Petugas mengamankan 31 orang di dalam vila dan satu orang  berusaha kabur lewat pintu belakang.

Saat diinterogasi, mereka mengaku berasal dari Tiongkok, Taiwan dan Jawa Timur jadi sopir. Mereka melakukan penipuan dan pemerasan lewat telepon.

Berbagai barang bukti diamankan telepon genggam, puluhan telepon rumah dan bilik bentuk wartel terletak di lantai dua. “Kasus ini masih kami dalami dan berkoordinasi dengan kepolisian tiongkok,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.