Beras
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, I Gusti Ngurah Suarta. (BP/nan)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Adanya kasus beras oplosan di luar Bali membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem tidak berdiam diri. Guna menghindari adanya beras oplosan di Karangasem, pihaknya telah menyiapkan petugas untuk melakukan monitoring ke pasar-pasar di masing-masing kecamatan untuk mencegah terjadinya kasus tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, I Gusti Ngurah Suarta, Jumat (28/7).

Menurut Suarta, untuk mengantisipasi adanya beras oplasan beredar di Karangasem, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan monitoring ke pasar-pasar yang tersebar di delapan kecamatan. “Kita rutin melakukan monitoring dua kali dalam sepekan yakni setiap Selasa dan Kamis ke pasar-pasar di semua kecamatan,” ungkap Suarta.

Suarta mengatakan, pihaknya menyasar pasar-pasar sebagai tempat untuk melakukan monitoring, mengingat pasar merupakan tempat yang paling sentral yang biasanya dijadikan sebagai tempat yang strategis untuk mengoplos beras.

 

Pasalnya, pasar merupakan tempat paling banyak digunakan sebagai transaksi jual beli oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu, pihaknya mengintuksikan tim untuk menyasar pasar-pasar di semua kecamatan untuk dijadikan sebagai lokasi monitoring. “Dari hasil monitoring yang telah dilakukan, sejauh ini kita belum menemukan adanya beras oplosan beredar di Karangasem. Semoga tidak ada kasus beras oplosan di wilayah kita,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain melakukan monitoring untuk memantau beras oplosan berdar dipasaran, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Langkah itu dilakukan guna memastikan tidak ada kebutuhan pokok yang harganya melonjak tinggi akibat dari kelangkaan sejumlah kebutuhan pokok. “Sejauh ini harga bahan pokok masih normal. Kita akan terus pantau harga kebutuhan pokok di semua pasar agar tidak ada lonjakan harga kedepannya,” jelas Suarta. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.