pemuda
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja ‎Badung, IB Oka Dirga menyerahkan sertifikat kepada puluhan peserta pelatihan mekanik. (BP/par)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Guna mewujudkan generasi muda mandiri yang mampu bersaing di era globalisasi, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Naker) Badung, telah melatih sekitar 30 orang pemuda menjadi montir motor. Pelatihan mekanik ini diharapkan menjadi modal, sehingga mampu bekerja atau membuka usaha sendiri.

Kabid Penempatan, Pelatihan dan Perlindungan Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Naker) Badung, I Dewa Nyoman Suarteja, mengatakan pelatihan selama tiga bulan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan, bimbingan dan ketrampilan di bidang otomotif  khususnya mekanik sepeda motor.

“Selain meraih kesempatan kerja di dunia industri otomotif. Pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan keahlian, ketrampilan, profesionalisme dan kompetensi peserta dibidang mekanik sepeda motor,” ujar Nyoman Suarteja, Kamis (27/7).

Menurutnya, hingga berakhirnya pelatihan, para peserta dinyatakan lulus 100 persen berdasarkan hasil evaluasi yang dilaksanakan Tim Pelatih serta telah terpilih tiga peserta terbaik. Selama pelatihan, pemberian teori sebanyak 30 persen dan praktek kerja 70 persen. “Pelatih berasal dari instruktur di Kabupaten Badung yang telah mempunyai kompetensi dibidang mekanik sepeda motor,” katanya.

Kadis Perindustrian dan Naker Badung, IB Oka Dirga, mengatakan dari pelatihan ini semua peserta dinyatakan lulus dan diberikan sertifikat serta uang saku. “Jumlah angkatan kerja dan pencari kerja cukup tinggi, menuntut adanya suatu tindakan dari pelaku serta pemangku kebijakan agar mampu mencetak calon-calon tenaga kerja handal dan kompeten sehingga mampu bersaing merebut kesempatan kerja,” ucapnya.

Baca juga:  Peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali di Badung, Momen "Mulat Sarira"

Dia mengakui, masalah ketenagakerjaan adalah masalah yang sangat krusial dan potensial, sehingga perlu mendapat perhatian serius semua pihak, baik pemerintah, swasta atau perusahaan maupun perseorangan. “Keberadaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) sangat potensial mencetak calon-calon tenaga kerja yang kompeten,” katanya.

Saat ini Badung memiliki binaan 28 LPKS. Lembaga ini kata dia sebagai modal potensial dalam usaha menuntaskan angka pengangguran dan kemiskinan sebagaimana telah dicanangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Kami pemerintah telah bersinergi dengan LPK dalam menyediakan tenaga kerja mekanik yang handal. Pemerintah sebagai penyandang dana dan LPK sebagai lembaga investasi SDM yang sangat membantu pemerintah daerah dalam pencapaian PPNSB,” jelasnya.

Disebutkan, pelatihan mekanik sepeda motor yang diikuti 30 peserta ini hasilnya cukup baik, karena 6 orang diantaranya sudah bekerja, 23 orang pada posisi daftar tunggu setelah interview di perusahaan otomotif Astra dan satu orang melanjutkan kuliah. (parwata/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.