oplosan
Petugas Diskoperindag ketika melakukan sidak di sejumlah minimarket di Jembrana. (BP/kmb)
NEGARA, BALIPOST.com – Maraknya peredaran beras oplosan di masyarakat mendapat perhatian serius dari Dinas Koperindag Jembrana. Sidak dilaksanakan Rabu (26/7) dengan menyasar puluhan toko dan minimarket.

Dari sidak tersebut petugas menemukan hampir semua toko menjual produk beras oplosan. Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jembrana menemukan fakta kalau produk beras oplosan PT Ibu di Bekasi Jawa Barat beredar di Jembrana.

Dari 17 merek beras yang dikeluarkan PT Ibu yang diduga di oplos terdapat lima merek yang kedapatan beredar di Jembrana yakni merk Makyus, Ayam Jago, Pulen Wangi, Pandan Wangi dan Rojo Lele.

Dari puluhan toko beras dan minimarket yang disidak, petugas Diskoperindag, pihak pengelola toko mengaku sudah mendapatkan email dari toko pusat untuk menarik beberapa jenis beras sejak ramai pemberitaan beras oplosan yang diproduksi PT Ibu di Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga:  Memeras, Oknum Mahasiswa Ditangkap

Ida Yanuarisa salah seorang asisten toko mengatakan kalau memang ada email terkait beras namun cuma merk Makyus saja. “Untuk yang lain mungkin nyusul nanti emailnya. Kalau Maknyus sudah kami tarik yang lain belum ada. Kalau Maknyus laris pak disini sebelum ada penarikan. Kalau yang lainnya kalau promo baru laris,” jelasnya.

Dedi Wirawan asisten toko lainnya juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya merk Makyus sudah ditarik. Terkait temuan beras yang diduga oplosan dijual bebas di Kabupaten Jembrana, Dinas Koperindag kemudian memberikan surat teguran kepada pengelola toko serta memerintahkan menarik produk beras yang dimaksud dari rak pajangan.

Selain menemukan produk beras yang diduga dioplos, dalam sidak petugas juga masih menemukan mie instan produksi Korea yang beberapa waktu lalu dilarang beredar oleh BPOM serta MUI karena tidak halal dan mengandung minyak babi. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.