bulfest
Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menemui Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Buleleng Gede Gunawan Rabu (26/7). Sopir meminta agar panitia memakai angkot untuk mengantar pengunjung ke arena Buleleng Festival (Bulfest). (BP/ist)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot-red) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Jalan Sudirman, Singaraja Rabu (26/7). Mereka mempertanyakan kebijakan panitia Buleleng Festival (Bulfest) 2017 yang menyiapkan angkutan khusus selama gelaran bulfest dari tanggal 2 sampai 6 Agustus 2017. Sayang, panitia belum menyetujui proposal dan rincian anggaran biaya untuk angkutan khusus bulfest yang diajukan Dishub tersebut.

Tadinya sekitar 85 sopir angkot yang akan datang ke kantor Dishub. Setelah dilakukan negosiasi, Dishub siap menerima perwakilan sopir angkot tersebut. Akhirnya, perwakilan sopir angkot itu diterima Kepala Dishub Gede Gunawan di ruang kerjanya.

Dari diskusi terungkap bahwa, sopir angkot meminta agar panitia bulfest memikirkan nasib mereka. Pasalnya, ruas jalan yang ditutup karena difungsikan panggung atau untuk stand bulfest menyulitkan sopir mencari penumpang.

Untuk itu, sopir meminta agar panitia bulfest tahun ini tetap memberikan kebijakan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana sopir angkot ini dilibatkan melayani warga yang berkunjung ke arena bulfest. Sebagai kompensasinya, sopir angkot diberikan dana oleh panitia yang berlaku dari pembukaan hingga bulfest berakhir.

Selain meminta dijadikan angkutan khsus bulfest, sopir angkot juga meminta penjelasan kepada Dishub terkait ruas jalan yang ditutup penuh dan ruas jalan yang dilakukan pengalihan atau pengaturan arus kendaraan dengan tehnik buk tutup. Dengan gambaran yang jelas, sehingga sopir angkot bisa memprediksi ruas jalan mana saja tidak bisa dilalui dan bisa mencari jalan alternatif pada saat mencari penumpang.

Menanggapi tuntutan itu, Kadishub Gunawan Adnyana Putra mengatakan, proposal dan RAB untuk menyiapkan angkutan khusus ke arena bulfest sudah diajukan kepada panitia induk. Dari usulan itu, Dishub menyodorkan bahwa di Buleleng ada 85 sopir angkot yang terdiri dari angkot warna biru, coklat, dan warna merah. Mengacu RAB angkutan bulfest terdahulu, Dishub mengusulkan pemberian uang kompensasi per orang sopir Rp 100.000 per hari.

Baca juga:  Sopir "Akut" Terbaik Diberi Penghargaan

Dengan pemberian dana kompensasi itu, sopir wajib melayani warga yang akan berkunjung ke arena bulfest dan mengantarkan pulang. “Untuk angkutan bulfest proposal dan RAB sudah kami sampaikan ke panitia induk dalam hal ini Dinas Kebudayaan (Dishub). Kami sampaian teman sopir angkot sabar dulu, karena sedang dikordinasikan agar tuntutan sopir angkot ini bisa diterima seperti bulfest tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekkab Buleleng ini, menunggu persetujuan proposal dana angkutan bulfest, pihaknya sudah mendata sopir dan perizinan armada angkot itu sendiri. Hal ini karena seperti pada bulfest terdahulu, armada angkot yang dipilih adalah yang memiliki izin trayek, KIR yang masih berlaku, dan perizinan personel sopir itu sendiri.

Selain itu, jika proposal angkutan bulfest disetujui, Dishub akan mengecek dengan teliti terkait kondisi fisik angkot agar seluruhnya laik jalan. “Kalau disetujui syaratnya seperti tahun sebelumnya izin personel sopirnya, KIR, izin trayek dan kendaraan apakah laik jalan atau tidak. Memang beberapa hari belakangan sudah ada yang mengurus atau memperpanjang KIR mungkin sudah diketahui akan jasa mereka dipakai dalam bulfest,” tegasnya. (mudiarta/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.