Bupati Badung, Giri Prasta saat melakukan sosialisasi terkait "smart city". (BP/ist)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung, mulai menyusun masterplan penerapan Teknologi Informasi (TI) dan Komunikasi untuk mendukung program smart city. Program ini dianggarkan pada APBD Perubahan tahun 2016 lalu.

Kadis Kominfo Badung, I Wayan Weda Dharmaja, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Unud untuk menyusun masterplan tersebut. Dalam masterplan ini tertuang konsep dan rencana pembangunan TI dan Komunikasi Pemkab Badung. “Awal 2017 membentuk tim developer smart city untuk memulai pembangunan sistem smart city. Ini karena Badung termasuk dalam 25 Kabupaten/Kota role model penerapan smart city di Indonesia dari 100 kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Weda Dharmaja, Selasa (25/7).

Menurutnya, pihaknya juga telah menandatangani MoU antara Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo dengan Pemkab Badung tentang implementasi Gerakan Menuju 100 smart city pada 22 Mei 2017. Bimtek ini dilaksanakan selama dua hari, sementara Bimtek penyusunan masterplan smart city akan dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali yaitu bulan Juli, Agustus, September dan Oktober.

Selanjutnya November dilaksanakan presentasi penyampaian progress perkembangan smart city di Kemkominfo. “Yang dilaksanakan dalam bimtek meliputi bimtek penyusunan masterplan smart city, pertukaran data dan legal software menggunakan free and open source softwere (FOSS), sosialisasi dan focus group discussion gerakan menuju 100 smart city, integrasi data antar perangkat daerah serta pelatihan UKM untuk penggunaan sistem elektronik khususnya pemasaran secara digital (UKM GO-DIGITAL),” jelasnya.

Baca juga:  PKB XLI, Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Mekar Jaya Duta Badung Tampil Percaya Diri

Di sisi lain, Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan berbicara tentang e-goverment tidak cukup dengan membangun sistem/aplikasi, namun harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai. “Langkah yang diambil Dinas Kominfo Badung ini sudah sangat tepat, karena dengan membangun aplikasi sesuai RPJMD Badung sudah jelas bahwa dalam tata kelola pemerintahan badung kedepan harus berbasis teknologi informasi,” paparnya.

Disebutkan, melalui smart city ini semua informasi dan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dari pemerintah kabupaten badung dapat diakses oleh masyarakat. Penerapan aplikasi program smart city ini juga sebagai imlementasi program Presiden RI Joko Widodo. “Untuk itu kedepan kita harus berpikir cerdas, cepat, dan transparan,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.