Jajaran direksi PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia berfoto bersama usai jumpa pers di Jakarta, Selasa (25/7). (BP/ist)
JAKARTA, BALIPOST.com – Anak usaha usaha PT Garuda Indonesia Tbk, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia akan melepas sekitar 30 persen sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham (IPO) pada tahun 2017.

Direktur Utama GMF AeroAsia Iwan Joeniarto, di Jakarta, Selasa (25/7) mengatakan bahwa pihaknya menargetkan raihan dana IPO sebesar 200-300 juta dolar AS atau sekitar Rp2,6 triliun hingga Rp3,9 triliun (kurs Rp13.000) yang akan digunakan untuk ekspansi usaha. “Mayoritas dana dari IPO untuk ekspansi perusahaan, meningkatkan kapabilitas dan kapasitas kita terutama pasar domestik. Kita akan ambil lagi pasar domestik yang ke luar negeri untuk kembali ke dalam negeri,” ujar Iwan Joeniarto.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). GMF AeroAsia akan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tidak terutilisasi atau termanfaatkan. “Kita sudah ada kerja sama operasi dengan Merpati, tentunya ini dinaungi kementerian BUMN. Ada beberapa hanggar seperti di Surabaya, Manado, dan Biak, itu akan kita utilisasi segera,” paparnya Dengan ekspansi itu, ia mengharapkan bahwa perusahaan dapat memberikasumbangan lebih bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya, terutama di wilayah Indonesia Timur.

Baca juga:  Mulai 30 September, Garuda Layani Rute ke Balikpapan-Maratua

Dalam aksi korporasi itu, lanjut dia, selain ditawarkan ke investor lokal maka manajemen GMF AeroAsia juga akan menawarkan sahamnya ke investor regional, diantaranya Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Iwan Joeniarto juga mengemukakan bahwa selaku penjamin emisi IPO itu, pihaknya menunjuk Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan BNI Sekuritas. Dalam pengajuan IPO itu, pihaknya menggunakan laporan keuangan periode Maret tahun buku 2017.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala Nugraha Mansury mengatakan bahwa GMF AeroAsia sedang melakukan proses pelaksanaan IPO pada tahun ini. “IPO GMF AeroAsia sedang proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah mulai melakukan registrasi kepada perusahaan efek dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi ini proses menyiapkan registrasi dan menyiapkan prospektus,” ujarnya. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.