TABANAN, BALIPOST.com – Tiap tahun pemerintah Provinsi Bali berkesempatan menggelar berbagai hasil kerajinan budaya dan kuliner dari setiap kabupaten di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) anjungan Bali. Tahun 2017 ini, Tabanan mendapatkan giliran untuk mengisi acara yang bertajuk ‘Pesona Budaya Daerah Bali Kabupaten Tabanan’.

Dalam ajang yang digelar sejak Jumat (21/7) sampai Minggu (23/7), Tabanan menampilkan empat pagelaran seni dan budaya yang berkaitan dengan pertanian yang merupakan icon Tabanan. Salah satu pagelaran yang menarik perhatian pengunjung yakni seni tari ‘Bikul Rusuh’. Seni tari ini mengisahkan tentang hewan pengerat (tikus) yang kerap mengganggu para petani dalam bercocok tanam.

Selain seni tari ‘Bikul Rusuh’, seni tari lain yang turut ditampilkan yakni ‘Bunga Sandat Serasi’ maskot Tabanan, pagelaran fragmen tari dengan lakon ‘Wiroda Tan Mapahala Ayu’ yang menceritakan seorang petani asal Jatiluwih, serta penampilan sekaa gong kebyar anak bumi sarinadi, banjar Tegeh, desa Angseri, Baturiti.

Sedangkan untuk kerajinan yang dipamerkan merupakan produk andalan kerajinan tangan dan memiliki potensi ekspor seperti tempat lilin, keramik, kerajinan pande besi, virgin coconut oil dan tidak ketinggalan pula kuliner khas Tabanan.

Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti menyampaikan momentum gelaran budaya yang diadakan 10 tahun sekali ini diharapkan dapat memberikan efek positif pada dunia budaya sehingga Tabanan lebih dikenal lagi, tak hanya di tingkat nusantara bahkan internasional. “Tabanan gudangnya seni tari dan seni budaya, disamping pula kuliner khasnya yang merupakan hasil pengolahan hasil bumi yang siap dikonsumsi, seperti beras merah, kopi, laklak, kelepon dan masih banyak lainnya,” ujar Bupati Eka.

Baca juga:  Kali Kedua, Pembangunan RS Nyitdah Gagal Tender

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, Ida Bagus Made Wiriawan mengatakan ada tujuh produk unggulan Tabanan di pamerkan dalam pesona budaya Bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Produk Industri Tabanan yang tampil berorentasi exsport seperti produk keramik, kerajinan besi, pande besi, minyak virgin coconut oil (VCO), produk kain, lukisan, dan anyaman.

Dikatakannya,  produk unggulan tersebut juga sudah di export ke berbagai Negara seperti Australia, Japan, France dan lain sebagainya. “Melalui event-event seperti ini akan menjadi wadah bagi Pemkab Tabanan sebagai sarana promosi,” jelasnya.

Lanjut disampaikan pejabat asal Kerambitan ini, sejumlah produk yang dipamerkan bahkan sudah habis hari pertama pameran. “Kerajinan sandal dengan hiasan mote, pisau Bali sudah habis terjual hari pertama, intinya kami berupaya mempertemukan produsen dengan pasar,” ucapnya.

Dan untuk para pengerajin yang berpartisipasi dalam pameran, dikatakannya akan digilir khususnya pengrajin dengan anggaran minim,”pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.