Ratusan pelari menjajal Ijen Green Run. (BP/dok)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Ajang balap lari internasional Banyuwangi Ijen Green Run banyak menyedot perhatian pelari dari berbagai negara. Even yang digelar, Minggu (23/7) besok, sedikitnya diikuti 500 pelari. Dari jumlah itu, belasan diantaranya dari luar negeri alias pelari asing. Sejumlah pelari yang pernah mengikuti London Marathon dan Singapore Marathon juga ikut berlaga.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi Wawan Yadmadi menambahkan, berdasarkan data sistem pendaftaran online panitia, para peserta Banyuwangi Ijen Green Run 2017 datang dari Denmark, Belanda, Jerman, dan Kenya. “Dari Kenya, ada Samson Karega Kamau yang sering juara trail run di berbagai negara. Juga ada jajaran nama besar di olahraga lari nasional seperti Siti Muawanah dan Ester Summah yang juga peraih emas SEA Games,” ujar Wawan, Jumat (21/7).

Dari daerah lain di Indonesia, tercatat peserta datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Denpasar, Sragen, Padang, Bandung, Magelang, Blora, Salatiga, dan Semarang. Selain itu, ada dari Jambi, Surakarta, Tasikmalaya, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Bojonegoro, Kediri, Malang, dan Probolinggo.

“Bahkan ada juga kelompok peminat lari dari teman-teman TNI dan Polri. Di data pendaftaran kami, ada dari teman-teman Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Polda Jatim. Jumlah peserta bisa bertambah karena pendaftaran online baru kami tutup hari ini (kemarin-red) ,” ujar Wawan.

Baca juga:  Mundur Cawagub Jatim, Anas Pilih Jadi Jurkam

Ratusan peserta itu, sambung Wawan, mayoritas datang ke Banyuwangi pada Sabtu (22/7), tapi ada juga yang sudah mulai berdatangan pada Jumat (21/7). “Tentu semakin lama mereka tinggal di Banyuwangi, semakin bagus karena ada belanja yang dikeluarkan untuk makanan, suvenir, oleh-oleh. Peserta juga dipersilakan melihat-lihat rute,” ujarnya.

Banyuwangi Ijen Green Run adalah ajang sport tourism yang mengajak para pesertanya menelusuri dataran dan lereng Gunung Ijen yang dikenal punya fenomena alam “api biru”. Spot cantik di sepanjang rute mulai dari rimbun perkebunan kopi, cengkeh, dan pinus, hutan, sungai, persawahan, hingga suasana khas perdesaan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, konsep yang memadukan antara olahraga dalam balutan even wisata atau yang biasa disebut sport tourism adalah sarana efektif untuk mendatangkan wisatawan, terutama komunitas-komunitas tertentu. “Kita memang sedang gencar main di pemasaran wisata berbasis komunitas. Seperti trail run ini komunitas yang mulai banyak hadir di kota-kota besar di Indonesia. Jadi ini keuntungannya ada dua. Pertama, peserta sekaligus wisatawannya datang, dan otomatis menginap serta belanja di Banyuwangi. Kedua, ini sekaligus destinasi wisatanya ikut terangkat promosinya, dalam hal ini Kawah Ijen,” paparnya. (Budi Wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.