MANGUPURA, BALIPOST.com – Perhelatan Festival Budaya Pertanian (FPB) Kabupaten Badung, bakal disinergikan dengan Job Fair, dan perhelatan lainnya. Dengan demikian festival budaya pertanian ini akan menjadi semacam one stop service untuk pelayanan publik dan media edukasi bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gst Agung Ketut Sudaratmaja, saat menutup FPB ke-6, Selasa (18/7).

Menurutnya, berkaitan dengan perspektif pengembangan festival untuk pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat, pihaknya sependapat bahwa kegiatan-kegiatan OPD yang ada dapat disinergikan di festival tersebut.

“Seperti Job Fair, lomba-lomba dalam pengembangan minat baca, sehingga kegiatan ini akan menjadi semacam one stop service,” ungkapnya.

Dikatakan, FBP ke-6 dengan Angajap Lango (mendambakan seni) adalah bentuk ekspresi dan apresiasi masyarakat terhadap Seni dan Budaya sebagai modal dasar, yang selama ini telah mampu menggerakkan partisipasi masyarakat di Kab Badung dalam pembangunan.

“Ekspresi dan apresiasi ini sudah tentu diikuti penghargaan semoga pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Badung ke depan selalu dalam nuansa dan aura positif yang berlandaskan budaya,” katanya.

Baca juga:  Satpol PP Badung Segel Kafe di Mengwitani

Disebutkan, dari tahun ke tahun, festival ini semakin menunjukan perubahan yang signifikan, semakin kreatif dan semakin mendapatkan dukungan masyarakat. Demikian pula makna festival yang berdimensi investasi, edukasi dan penciptaan daya saing khususnya untuk Badung Utara terlihat semakin nyata.

“Dalam rangka lebih memperkenalkan potensi badung utara, dan memperkuat sinergi pertanian-pariwisata sebagai salah satu tujuan festival, telah dirintis Badung Fun Run 3 K, mulai dari lapangan parkir Pura Puncak Mangu sampai dengan Jembatan Tukad Bangkung,” terangnya.

Kegiatan tersebut ternyata mendapatkan sambutan meriah masyarakat, tercatat hadir sekitar 1000 perserta. Kedepan acara ini bisa dikemas lebih baik dan profesional dengan mengundang para pelari Nasional dan Internasional dengan rute yang menantang. Sementara rute yang ada sekarang tetap dipertahankan untuk masyarakat lokal.

“Satu ide juga muncul yaitu menggelar dinner diatas jembatan tukad bangkung, yang bisa dikemas dengan hiasan lampu spektakuler, sehingga menjadi paket wisata yang menarik,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.