TANGERANG, BALIPOST.com – PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF) memberikan kesempatan kepada 24 remaja Surabaya untuk menjalani karir sebagai mekanik pada perusahaan perawatan pesawat tersebut. ‘’Ini merupakan realisasi kerjasama diantaranya pengembangan kemampuan penyediaan sumber daya manusia di bidang perawatan pesawat terbang melalui pemberian kesempatan kerja bagi putra-putri terbaik Surabaya untuk berkarier di dunia penerbangan,’’ kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Tangerang, Rabu (19/7).

Saat mengunjungi Hanggar GMF tempat para remaja tersebut berkarir, Risma menyampaikan terima kasih kepada Garuda dan GMF atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak Surabaya. ‘’Kesempatan ini akan bisa mengangkat kualitas hidup mereka,” kata Risma.

Risma berpesan, agar mereka bekerja sungguh-sungguh dan tidak malas, lalu terus belajar dan tidak malu bertanya, siap ditempatkan di manapun dan membawa nama baik Surabaya.  “Keahlian kalian ini sangat dibutuhkan. Tetapi kalian harus terus belajar dan bersungguh-sungguh bekerja,’’ pesan Risma.

Menurut Risma, mereka memang mendapatkan beasiswa dari GMF. Karena itu, ada ikatan dinas yang telah terjalin selama lima tahun. Namun Risma mengimbau agar mereka tidak neko-neko. Sebab, bila prestasinya tidak bagus, pihak GMF bisa melakukan evaluasi. “Kalian harus pegang kepercayaan yang telah diberikan oleh GMF, karena sekali cacat, kepercayaan itu tidak akan pernah kembali lagi. Di tangan kalian itu ada ratusan nyawa orang dalam pesawat, bahkan ribuan karena ia harus bertanggung jawab kepada keluarganya, jangan pernah ceroboh,” katanya.

Risma juga berpesan agar saat sudah bekerja, mereka selalu ingat kepada orangtua mereka. Ingat dalam artian ikut membantu orang tua dengan menyisihkan sebagian gaji untuk orangtua mereka. Sebab, kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga tidak mampu. “Mungkin kalian bisa sekolah karena saya bantu. Aku pingin kalian bales orangtuamu. Sisihkan tabungan, bantu orangtuamu, bantu adik-adikmu,” tegas Risma.

Baca juga:  Garuda Tambah Frekwensi ke Australia

Kebanyakan anak-anak ini memang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Orang tua mereka ada yang bekerja sebagai juru pakir, buruh pabrik, penjual siomay, tukang potong rambut, sopir angkot, satpam, anak wartawan dan bahkan ada yang bekerja serabutan. Mereka mendapat beasiswa dari Pemkot yang telah melakukan pendataan dan seleksi untuk kemudian bersekolah di ATKP.

 

Dalam kesempatan sama, Dirut GMF AeroAsia Iwan Juniarto mengatakan, dengan adanya program beasiswa tersebut bisa menambah jumlah sumber daya manusia, terutama teknisi yang masib kurang jumlahnya saat ini.

Total karyawan di GMF AeroAsia, dia menyebutkan, yaitu 10.000 orang, namun karyawan tetap hanya 4.800 orang. Porsi karyawan yang terkait langsung dengan pesawat (direct), termasuk teknisi dengan pendukung, seperti administrasi yaitu 75:25.”Kta akan buka terus kesempatan-kesempatan pekerjaan baru bagi anak-anak muda Indonesia, namun untuk masuk ke sini juga tidak mudah karena harus memiliki keahlian dan intelejensia,” katanya.

Saat ini, Iwan mengatakan seluruh lulusan akan ditempatkan di Kantor Pusat GMF, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan seperti di Merpati Maintenance Facilities (MMF) yang masih kekurangan SDM. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.