Smesco Business Festival diharap bisa menghasilkan banyak transaksi bagi pelaku UKM. (BP/ist)
JAKARTA, BALIPOST.com – Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram meresmikan Smesco Business Festival (SBF). Ajang pertemuan antara para buyer, baik dalam negeri maupun luar negeri dengan para pelaku UKM Tanah Air itu diharapkan menghasilkan transaksi penjualan produk UKM yang signifikan.

“Pertemuan saja tidak cukup tapi perlu ada transaksi. Yang kami harapkan terjadi transaksi antara produsen dengan buyer tidak hanya di sini tapi juga ke depan,” kata Agus saat pembukaan SBF di Jakarta, Selasa (18/7).

Hanya saja, Agus berpesan supaya bisa berdaya saing tinggi, para pelaku UKM diminta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Kemenkop dan UKM, katanya, sudah menggulirkan berbagai program untuk memberikan kemudahan kepada pelaku UKM, seperti melalui standarisasi produk, Hak Cipta, dan sertifikat halal.

Dirut Lembaga Layanan Pemasaran KUMKM, Ahmad Zabadi mengatakan, para peserta yang hadir akan mengikuti rangkaian acara antara lain, smesco exhibition, sport expo, seminar dan talkshow, festival kuliner dan smesco fashion show. “Acara ini didukung oleh semua elemen di setiap daerah yang bergerak dan saling berkolaborasi dalam memberdayakan KUMKM,” ujar Zabadi.

Baca juga:  Dukung Perekonomian, Komitmen Penggunaan Produk UKM Penting

Ia mengatakan, pada ajang inilah pihaknya memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produknya, berkarya, dan berkreasi. “Kami berharap gelaran ini akan dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat termasuk tamu asing, media, pelajar dan mahasiswa, hingga komunitas-komunitas media sosial,” harapnya.

Zabadi mengungkapkan, dalam 10 tahun ini Smesco Indonesia mampu memberikan peluang yang lebih besar kepada KUMKM di Indonesia untuk memasarkan produknya. Selain itu juga termasuk meningkatkan branding produk KUMKM di pasar yang lebih luas. “Dengan begitu upaya ini bisa mendorong pada peningkatan perekonomian masyarakat baik di perkotaan dan pedesaan sekaligus menggalakkan Gerakan Kewirausahaan Nasional,” pungkasnya. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.