Perajin songket di Jembrana akan mengikuti pameran di Korea Selatan dengan menampilkan songket khas Jembrana. (BP/olo)
NEGARA, BALIPOST.com – Para perajin tenun songket Jembrana kini patut berbangga. Kerajinan tangan ini mulai go international, setelah terpilih mewakili Indonesia mengikuti pameran kerajinan tingkat internasional “Hand Made Korea Summer 2017,” di Seoul, Korea Selatan.

Kelompok tenun Putri Mas terpilih setelah melalui hasil kurasi yang ketat dari dewan kerajinan nasional serta kementerian koperasi dan UMKM Indonesia. Songket Jembrana yang telah memperoleh sertifikat HAKI ini memiliki karakteristik khas mengedepankan corak asli Jembrana serta murni buatan tangan tanpa campur tangan mesin.

Selain kelompok tenun Putri Mas, pameran juga akan diikuti 39 perajin lainnya se-Indonesia meliputi kerajinan tangan logam, kayu maupun berbahan rajutan.

Ketut Widiadnyana (42), Ketua kelompok tenun Putri Mas yang berada di Pendem Jembrana, mengatakan selain murni hand made, songket Jembrana masih mempertahankan motif yang sama sejak zaman kerajaan dulu. Banyak menampilkan unsur alam seperti bunga dan hewan dengan dasar folklore.

Ini berbeda dengan songket dari daerah lainnya di Bali. “Motif songket Jembrana cenderung statis dan tidak rumit sehingga memudahkan untuk dimanfaatkan dari segi fashion, tidak seperti motif rumit yang acapkali menyulitkan saat pemotongan kain untuk pola,” terangnya.

Baca juga:  Hari Jadi Ke-60 Provinsi Bali, Dapat Suplemen “Resep di Atas Kanvas”

Disamping itu dalam proses pewarnaan pengrajin akan lebih banyak memakai pewarna alami dari tanaman. Seperti dari bahan kunyit, akar mengkudu, daun mangga dan tanaman-tanaman lain yang masih banyak ditemukan di daerah Jembrana.

Widiadnyana mengaku berbangga akhirnya tenun ini mendapat pengakuan. Dirinya berharap melalui pameran di Korea bisa mengetahui arah trend kerajinan hand made saat ini serta berbagai inovasi mode yang sesuai dengan permintaan pasar luar negeri.

Dalam pameran tersebut, kelompok ini akan membawa tiga songket tenun khas Jembrana, diantaranya songket bulan bintang, songket alam Jembrana serta songket Jembrana tanpa sambungan yang menurutnya satu-satunya di Jembrana.

Kepala Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan Jembrana, Made Gede Budhiarta mengatakan songket tenun ini merupakan salah satu kerajinan yang memiliki karakteristrik corak Jembrana dan mendapatkan serfikat HAKI. Inovasi ini diharapkan bisa diikuti pengrajin tenun lainnya mengikuti trend pasar tanpa meninggalkan corak dan warisan motif asli Jembrana.

Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan juga mengharapkan perajin nantinya mampu menampilkan sisi proses pengerjaan, bahan yang digunakan termasuk menceritakan sisi historis desain songket yang ditampilkan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.