PLN
Ilustrasi jaringan listrik. (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Puluhan kepala keluarga (KK) di Desa Kutuh Kintamani hingga saat ini masih ada yang belum menikmati listrik. Hal itu dikarenakan jaringan PLN belum mampu menjangkau wilayah yang ditempati puluhan KK tersebut.

Perbekel Desa Kutuh Wayan Pasek, Minggu (16/7) mengatakan sampai saat ini, masih ada 30 – an KK di desanya yang belum menikmati listrik. Puluhan KK tersebut tersebar di dua dusun yakni Dusun Angansari dan Kutuh. “Selama ini mereka belum bisa menikmati listrik karena lokasi tempat tinggalnya yang jauh, ada di perbukitan dan di ladang,” ujarnya.

Untuk penerangan rumah pada malam hari, puluhan KK tersebut selama ini terpaksa menyewa atau menumpang dari rumah warga lainnya yang sudah terlayani PLN. Caranya yakni dengan menyalurkan listrik PLN dari rumah warga tersebut menggunakan kabel. “Kesehariannya nyewa perlampu, nanti perbulannya dibayar,” terangnya.

Selain menyewa, beberapa warga lainnya yang belum kebagian listrik juga diakuinya masih ada yang memanfaatkan alat penerangan tradisional seperti senter. Pasek mengatakan, untuk mengatasi persoalan listrik tersebut, pihaknya sudah mengajuakan usulan bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ke pemerintah provinsi. Oleh pihak pemerintah provinsi, sejauh ini usulannya tersebut sudah ditindaklanjti dengan melakukan pendataan.

Baca juga:  Belasan Warga Yeh Sumbul Datangi Kantor DPRD

Dikatakannya, ke-30 KK warganya yang selama ini belum menikmati listrik PLN, kemungkinan baru akan mendapat bantuan PLTS pada 2018 mendatang. “Kemungkinan dapat 2018. Sekarang untuk bantuan PLTS ditangani pemerintah provinsi. Sebelumnya pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Diungkapkannya bahwa, pada tahun 2016 lalu, sekitar 60an KK di desanya sudah sempat mendapat bantuan PLTS oleh pemerintah secara bertahap. 60 KK warganya yang menerima bantuan PLTS tersebut, rata-rata tinggal di wilayah yang jauh dari pusat desa. Sejauh ini PLTS yang diberikan pemerintah itu kondisinya masih cukup bagus dan bisa dimanfaatkan masyarakatnya. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.