kongres
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta kembali didaulat menjadi narasumber di tingkat nasional. Kali ini dalam Kongres Koperasi Indonesia ke-III, di kota Makasar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7). (BP/adv)
SUKSES mengelola dan mengembangkan Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi Klungkung, serta berkat komitmennya dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta kembali didaulat menjadi narasumber di tingkat nasional. Kali ini dalam Kongres Koperasi Indonesia ke-III, di kota Makasar Sulawesi Selatan, Kamis (13/7). Kongres yang merupakan rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 ini, dihadiri berbagai stakeholder koperasi seluruh Indonesia.

Bupati Nyoman Suwirta menjadi narasumber bersama 17 pembicara lainnya, antara lain ada Setyo Novanto (Ketua DPR-RI), Bambang Brojonegoro (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), AAGN Puspayoga (Menteri Koperasi dan UKM), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Azam Khan (International Finance Corporation), Samuel D. Filiaci (Direktur NCBA), Mr Bobby Chin (Chairman of NTUC Fairprice Cooperative), Edi Kartika (Ketua Umum KWSG), Burhanuddin Abdullah (Rektor Ikopin),H.AM Nurdin Halid (Ketua Umum Dekopin), Rosan Perkasa Roeslani (Ketua Umum Kadin Indonesia), Soetrisno Bachir (Ketua KEIN) dan Soekarwo (Gubernur Jawa Timur).

Berkat pengalamannya mengisi sejumlah seminar dan pelatihan, bupati asal Nusa Ceningan ini pun berhasil menghidupkan suasana kongres yang sebelumnya nampak jenuh. Paparannya awali cerita perjuangannya mengembangkan Koppas Srinadi hingga menjadi koperasi terbesar se-bali dengan jumlah anggota 14 ribu. Dirinya meyakini, Koperasi adalah badan usaha rakyat yang paling ideal. Jati diri koperasi yang merupakan prinsip koperasi harus benar benar dilaksanakan. Merangkul anggota berbagai kalangan tanpa melihat profesi dan latar belakang anggota, bahkan sampai buruh pun bisa jadi anggota koperasi.

Setelah menjabat menjadi Bupati, sesuai visi misi pemerintahannya yaitu fokus ke ekonomi kerakyatan berbasis kemitraan. Selain itu menyerahkan sebuah gedung baru sebagai kantor DEKOPINDA, serta program Beli Mahal Jual Murah dengan merangkul KUD dan BUMDes. Guna memperkuat ritel Koperasi, Bupati Suwirta mendorong seluruh anggota kongres membentuk Holding khusus koperasi untuk merangkul membangkitkan koperasi retail diseluruh Indonesia. “Koperasi tidak boleh kalah dengan toko retail berjejaring, maka untuk memperkuat Retail Koperasi, saya dorong agar dibentuk holding khusus koperasi di seluruh Indonesia, sehingga bisa koperasi bisa kompetitif,” ujar Bupati Suwirta disambut riuh tepuk tangan ratusan peserta kongres.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kongres Koperasi ke-III, Agung Sudjatmoko, yang juga sebagai Ketua Harian Dekopin mmejelaskan  kongres ini untuk memfasilitasi berbagai pihak yang berkepentingan dengan pembangunan koperasi Indonesia, untuk menyepakati berbagai sasaran dan tindakan yang harus dicapai setiap lima tahun ke depan, merumuskan dan menyepakati langkah-langkah strategis untuk membangun masyarakat berbasis kerjasama yang lebih berkeadilan dengan memanfaatkan Road-Map pembangunan koperasi Indonesia, serta mengevaluasi secara rutin pencapaian pembangunan koperasi yang telah dilaksanakan sebelumnya. (adv/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.