labfor
Hasil labfor air tidak mengandung zat kimia. (BP/ist)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Penyebab tercemarnya air bersih di Desa Tinga Tinga, Kecamatan Gerokgak hingga sekarang belum diketahui. Sastu-satunya petunjuk untuk memastikan pencemaran itu hasil pengujian sampel air bersih. Sayang, Laboratrium Forensik (Labfor) yang menguji sampel tersebut belum menginformasikan hasil pengujiannya.

Menunggu sampai hasil uji lab itu terbit, polisi tetap mengingatkan waga di Dusun Juntal agar tidak mengkonsumsi air bersih untuk air minum maupun memaska nasi.

Demikian diungkapkan Kaposlek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Ketut Wisnaya Seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya ketika dihubungi Jumat (14/7).

Lebih jauh AKP Wisnaya mengatakan, pasca kejadian yang meresakan warga pihaknya sudah mengambil sampel air bersi untuk diuji di Labforensik. Dari konfirmasi ke labfor menyebut harusnya hasil sudah diketahui kemarin, namun karena terbatasnya peralatan dan penguji di Labforesnik, sehingga hasilnya belum bisa disampaikan.

Atas kondisi ini, piaknya tetap menunggu sampai uji laboratorium itu diterbitkan, sehingga dijadikan bahan acuan untuk melanjutkan penanganan kasus dugaan pencemaran air oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut. “Kami maish tunggu hasil uji labforensik, mungkin karena petugas terbatas dan hasilnya agak lambat kita terima. Kalau sudah turun nanti akan kita smapaikan dan dokumen itu akan kita pakai acuan untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Baca juga:  Ditusuk Anggota Ormas, Polisi Dirawat Intensif

Di sisi lain AKP Wisnaya menjelaskan, menunggu hasil uji laboratorium itu pihaknya meminta agar warga Dusun Juntal tetap tidak menggunakan air bersih di desa mereka untuk air minum atau memasak di dapur. Sebaliknya, warga dihimbau untuk tetap mengkonsumsi pasokan air minum bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dengan upaya ini, pihaknya bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau aliran air memang sudah dibuka, tapi kami tetap menghimbau warga tidak menggunakan air itu dulu sebelum hasil labforensik turun dan juga pihak desa maish melakukan pembersihan jaringan air sehingga betul-betul bebas dari pencemaran bahan-baan berbahaya,” tegasnya.

Ditanya hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan di lokasi kejadian, AKP Wisnaya menyebut indikasi adanya unsur sengaja mencemari bak air bersih di Tinga Tinga belum ditemukan. Bahkan, pemeriksaan pintu bak penampungan maupun jaringan pipa air bersih ditemukan masih utuh tanpa ada indikasi pengruskan yang dilakukan dengan sengaja. “Kalau pemeriksan kita memang tidak ada indikasi sengaja. Pipa tidak ada yang bocor dan penutup bak penampungan juga dalam kondisi terkunci. Ini yang kita terus selidiki dan satu-satunya yang menjabwab nanti dari haisl uji laboratorium forensik itu sendiri,” tegasnya. (mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.