SLB
Made Sudarma. (BP/nan)
BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah sekolah di Kabupaten Bangli sampai saat ini masih banyak kekurangan guru. Seperti Sekolah Luar Biasa (SLB) Bangli masih kekurangan tenaga pendidik untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Luar Biasa (SLB) Bangli I Made Sudarma mengungkapkan, sekarang ini di SLB Bangli baru memiliki sebanyak 20 tenaga pendidik. Kata dia, dari jumlah tersebut pihaknya menilai masih kekurangan tenaga pengajar untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

“Sekarang kita baru mempunyai 20 guru yakni 10 guru kontrak dan 10 guru yang sudah PNS. Kalau dilihat dari siswa yang ada, kita masih kekurangan tenaga pendidik sekitar 15 orang,” ungkap Sudarma belum lama ini.

Sudarma mengatakan, mengajar siswa dengan kebutuhan khusus seperti tunarungu, tuna netra, dan yang lainnya memang cara mnegajarnya berbeda tidak sama. Karena siswa dengan berkebutuhan khusus memang membutuhkan guru yang memiliki keahlian khusus untuk mengajar siswa. Sebab, guru yang keahliannya mengajar di tuna rungu tidak bisa merangkap mengajar siswa yang menderita tuna netra.

Baca juga:  Sambut Hari Guru, Service Motor di AHASS Diskon hingga 50 Persen

“Jadi guru tuna netra tidak bisa mengajar siswa tuna daksa. Mengingat teknik mengajar antara tuna netra dan tuna daksa berbeda. Maka dari itu, satu guru tidak bisa mengajar semua siswa dengan kebutuhan khusus yang berbeda,” katanya sembari berharap kedepannya ada tambahan guru.

Menurut Sudarma, selain kekurangan tenaga pendidik, sekolah juga masih kekurangan sarana prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar.

Sementara sebelumnya, Kabupaten Bangli masih kekurangan guru sekitar 450 orang. Untuk guru PAUD  masih kurang mencapai 196 orang, guru kelas SD 156 orang, Guru SMP 69 dan guru Pendidikan Jasmani masih kurang hingga 29 orang. (eka prananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.