Personel Polda Bali berlatih judo. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Ancaman terorisme semakin brutal bahkan menyerang di markas polisi. Untuk itu Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose tak ingin anggotanya mati konyol. Oleh karena itu selama 16 hari anggotanya dilatih judo oleh atlet nasional judo Kompol L.K. Amy R. Prakasa, dimulai Rabu (12/7).

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, usai apel pagi, Kapolda Bali langsung meninjau latihan yudo ikuti puluhan personel tersebut. Kompol Amy memberikan materi tentang gerakan teknik dasar beladiri Polri, teknik tanpa alat dan teknik menggunakan alat.

Misalnya gerakan dasar yaitu jatuh ke kiri atau kanan, depan atau belakang, roll, pukulan, tangkisan, tendangan dan dasar membawa tahanan. Untuk gerakan teknik beladiri tanpa alat yaitu melepas pegangan di baju, cekikan dan sekapan. Menghindari pukulan dan tendangan, serangan tongkat, senjata tajam serta menghindari todongan pistol atau clurit.

Baca juga:  Jelang Pertemuan IMF-WB, Polisi Warning Jambret dan Preman

Sedangkan untuk gerakan teknik aksi dan reaksi dengan alat yaitu tongkat sebagai alat menghadapi tusukan pisau dari depan, bacokan clurit dari arah kepala, borgol sebagai alat menghadapi pukulan tongkat ke arah kepala dan kopel sebagai alat menghadapi tikaman pisau. “Latihan bersama ini perintah langsung Bapak Kapolda. Tujuannya dalam rangka mendukung tugas operasional sehingga tidak ada keraguan dalam bertindak di lapangan. Nantinya akan dilaksanakan ujian beladiri Polri setiap semester atau enam bulan sekali,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.