lemas
Jenazah Gede Pasek diperiksa di RSUD Klungkung, Rabu (12/7). (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Seorang pria ditemukan tergeletak dengan kondisi lemas di Tukad Jinah, dekat Jalan Matahari, Semarapura Kelod, Klungkung, Rabu (12/7) pagi. Setelah di evakuasi, pria yang diketahui menderita keterbelakangan mental itu meregang nyawa sebelum sampai di RSUD Klungkung.

Pria tersebut bernama Gede Pasek, asal Jalan Patimura Gang II Nomor I Lingkungan Bendul, Semarapura Tengah. Ia ditemukan dalam kondisi tergeletak di pinggir sungai tanpa mengenakan pakaian oleh seorang warga yang tengah menyabit sekitar pukul 10.00 Wita. Hal itu langsung disampaikan ke warga lain dan berlanjut ke kepolisian. Tak berselang lama, evakuasi pun langsung dilakukan dengan dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klungkung. Sekitar setengah jam berlangsung, korban yang dalan kondisi lemas langsung dilarikan ke RSUD Klungkung. Namun, meninggal dunia dalam perjalanan.

Mendapat berita duka, tak berselang lama keluarga korban datang ke RS dan langsung menuju kamar jenasah untuk melihat hasil pemeriksaan. Wajah sedih dan shock pun tak terhindarkan.

Menurut Sepupu korban, Prita, sebelum ditemukan meninggal, korban yang menderita keterbelakangan mental sejak kecil telah menghilang sejak sebelum Lebaran. Keluarga pun telah mencarinya ke sejumlah lokasi. Namun tak berhasil menemukan. “Dia sudah dua minggu lebih pergi dari rumah. Sudah dicari-cari, tapi tak ketemu. Tadi tiba-tiba ada polisi yang mencari ke rumah. Bilang ada kejadian ini,” tuturnya.

Baca juga:  Dua Warga Jerman Tewas Tenggelam di Pantai Nyangnyang

Perempuan berkulit putih ini menyebutkan korban yang berstatus anak yatim ini sebelumnya sudah beberapa kali meninggalkan rumah. Hanya, bisa ditemukan dalam waktu cepat oleh keluarga. Akibat kondisinya yang demikian, ia juga beberapa kali telah dibawa ke RSJ Bangli. “Ibunya sudah menikah ke Lombok. Dia sekarang tinggal sama orang tua saya dan juga paman. Dulu dia pernah di bawa ke RSJ, tapi tidak ada perubahan,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Klungkung, Kompol Made Karsa membenarkan penemuan korban. Dijelaskan, sesuai hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. “Pada tubuh korban tidak ditemukam tanda kekerasan,” jelasnya. Dokter jaga kamar jenasah RSUD Klungkung, dr. Made Batubulan mengungkapkan korban meninggal akibat terlantar dan tidak makan. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.