Penari mementaskan tarian dalam Borneo Extravaganza 2015. Tahun ini Borneo Extravaganza digelar di Yogyakarta. (BP/ist)
YOGYAKARTA, BALIPOST.com – Pulau Kalimantan memiliki destinasi wisata yang lengkap dan berpotensi tinggi. Mulai wisata alam wisata budaya, wisata belanja, dan wisata kuliner semua ada. Untuk memamerkan eksotisme pulau yang dijuluki Borneo ini, akan digelar Borneo Extravaganza 2017 selama 3 hari di Atrium Jogya City Mall, Yogyakarta, 14-16 Juli 2017 mendatang.

Pameran ini akan dibuka langsung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

“Yogyakarta dipilih karena merupakan salah satu tujuan utama pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Sehingga selalu ada peningkatan jumlah wisman dan wisnus setiap tahunnya. Banyaknya penerbangan langsung dari Yogyakarta ke Kalimantan juga memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan untuk berkunjung ke Borneo,” kata Esthy yang juga diamini Wawan.

Penyelenggaraan Borneo Extravaganza tahun ini mengambil tema Funtastic Borneo yang akan dimeriahkan pertunjukan seni budaya berupa tarian dan musik, atraksi budaya Dayak, Tionghoa, dan tarian Melayu, serta pameran kerajinan khas Kalimantan, seperti anyaman dan permata dari Martapura, Kalimantan Selatan.

Tak ketinggalan kuliner unik kalimantan dan penawaran paket-paket wisata menarik akan memikat calon wisatawan nusantara (Wisnus) maupun wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kalimantan.

Esthy menjelaskan, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta orang dengan pengeluaran sekitar Rp 241,08 triliun, maka dalam lima tahun ke depan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisman.

“Sektor pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo telah memberi target dalam lima tahun ke depan pariwisata harus tumbuh dua kali lipat dari capaian tahun sebelumnya,” kata dia.

Selain itu, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 13%, devisa pariwisata sebesar Rp 200 triliun, serta menciptakan 12 juta lapangan kerja. “Dalam tiga tahun ke depan jumlah kunjungan wisman menjadi 20 juta, perjalanan wisnus sebanyak 275 juta, dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di ranking 30 dunia dari posisi sekarang berada di ranking 42 dari 141 negara,” papar Esthy.

Baca juga:  Jogja Marathon 2017, Diikuti 6.000 Pelari Indonesia dan Mancanegara

Wawan Gunawan menambahkan, Kalimantan memiliki obyek wisata yang bertumpu pada nature, culture dan manmade resort, seperti wisata ekologi dan petualangan di kawasan konservasi Orang Utan Tanjung Puting, wisata bahari (diving) di Kepullauan Derawan, wisata sungai (river cruise) di Sungai Rungan dan Kahayan yang memiliki daya tarik kelas dunia. Begitu pula wisata budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa di Kota Singkawang, Kalbar menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kalimantan.

”Borneo Extravaganza 2017 ini adalah promosi bersama se-Kalimantan di Yogyakarta. Semua difasilitasi oleh Kemenpar di bawah kepemimpinan Pak Arief Yahya. Tahun ini Kalimantan Timur yang ditunjuk sebagai tuan rumah atau leadernya,” ujar Wawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Syafruddin Pernyata mengatakan, promosi nanti akan mengedepankan lima provinsi di Kalimantan yakni Kalsel, Kaltim, Kalbar, Kalteng, dan Kaltara.

”Nantinya materi promosi yaitu pameran informasi potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan kuliner. Selain itu juga table top dengan industri pariwisata dengan mendatangkan seller dari masing-masing provinsi dan dipertemukan dengan buyers dari area nasional dan juga luar negeri untuk transaksi paket wisata di masing-masing provinsi,” ungkap Syafruddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai pemilihan tempat promosi yang dilakukan Kalimantan itu sudah tepat. Menjadikan Yogyakarta sebagai hub, untuk mempromosikan pariwisata dengan tema Borneo.

“Joglosemar itu pusat kebudayaan, pusat keraton, pusat civilization, jadi sudah pasti kuat. Banyak atraksi di Jawa Tengah, dengan ikon Borobudur. Di sana memang tempat berkumpulnya wisatawan selain di Bali,” papar Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, faktor jarak yang relatif dekat (proximity) dan akses yang bisa menjangkau ke semua provinsi di Kalimantan, menjadi alasan yang tepat untuk memilih Yogyakarta sebagai titik hub.

Jogja dan Bali, kata dia, ibarat memancing di kolam yang banyak ikannya. Berpromosi di destinasi yang di sana sudah banyak wisman dan wisnusnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan wisman yang berkunjung ke Indonesia dari bulan Januari Mei 2017 cukup progresif, yakni 5.358.489 orang. Angka itu naik 20,38% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Dari total 5.358.489 orang itu, sebanyak 4.687.721 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama. Sedangkan, 670.768 orang tercatat masuk di luar 19 pintu masuk utama. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.