Kendaraan melintas di wilayah Bangli yang masuk kawasan rawan longsor. (BP/eka)
BANGLI, BALIPOST.com – Hujan lebat yang terus mengguyur wilayah Bangli dan sekitarnya sejak tiga hari belakangan ini, memicu terjadinya longsor. Akibat kondisi cuaca yang tak menentu ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli memberikan atensi terhadap titik-titik yang dinilai rawan longsor.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bangli I Wayan Karmawan, Senin (10/7), hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli beberapa hari belakangan ini memang memicu terjadinya longsor. Diantaranya daerah Buungan menuju Desa Penglipuran. “Selama hujan ini sudah melakakan pemantan di titik-tik bencana khususnya tanah longsor. Sementara ini akibat hujan deras yang terus mengguyur, untuk Bangli masih cukup aman terkendali. Hanya saja, satu titik di Buungan ada pohon bambu yang rebah ke jalan. Tapi itu sudah ditangani oleh warga setempat,” ungkap Karmawan.

Dia menambahkan, kawasan zona merah yang rawan terjadinya tanah longsor untuk wilayah di Kabupaten Bangli, yakni untuk Kecamatan Bangli, ada di jalur Selati menuju Tanggahan Talajiwa, jalur Bangli menuju Karangasem, dan jalur Tegalalang menuju Tambahan. Sedangkan di Kecamatan Susut mulai masuk jalur pertigaan Demulih, dan Jalur Manuk menuju Susut.

Baca juga:  Tiga Dusun di Kintamani Kesulitan Air Bersih

Untuk di Kecamatan Kintamani, daerah rawan longsor ada di Jalur Bayung Gede menuju Belancan, jalur Bantang menuju Singaraja, jalur ke Pinggan dan sekitarnya. Sementara di Kecamatan Tembuku sepanjang masuk wilayah Tembuku menuju Karangasem. “Bagi pengguna jalan yang hendak menggunakan jalur tersebut supaya tetap waspada ketika melintasi daerah itu,” katanya.

Guna mencegah terjadinya korban jiwa akibat bencana alam, pihaknya meminta kepada warga-warga yang tinggalnya di daerah-daerah rawan terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang, supaya senantiasa selalu waspada dengan bencana alam. Kata dia, jika terjadi hujan deras yang terus mengguyur, agar warga yang rumahnya atau pondoknya ada dekar-dekat tebing agar sementara bisa mengunggsi ke ke rumah kelaurga atau kerabat yang lokasinya lebih aman.

“Kita meminta supaya warga bisa selalu siaga bencana alam. Mengingat bencana datang sulit diprediksi. Jadi, kita sarankan kepada masyaraklat kalau ada kejadian-kejadian tanah longsor maupun pohon tumbang akibat curah hujan ini, supaya mereka bisa langsung melapor ke BPBD. Sehingga kita bisa lakukan penangan,” tandas Karmawan. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.