PPDB
Para orangtua murid sedang melihat pengumuman PPDB. (BP/dok)
NEGARA, BALIPOST.com – Hingga berakhirnya pembukaan gelombang II Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Sabtu (9/7), sejumlah SMA dan SMK Negeri di Jembrana masih kekurangan siswa. Seperti SMA/SMK di Kecamatan Mendoyo kekurangan banyak siswa, bahkan diantaranya mencapai tiga rombongan belajar (rombel).

Sejatinya banyak siswa yang hendak mendaftar, tetapi sayangnya sudah terkunci di sistem lantaran sudah mendaftar dan diterima di sekolah lain (baik negeri maupun swasta). Akibatnya, para siswa yang mendaftar itu bukan termasuk siswa yang tercecer.

Dari informasi yang dihimpun, kekurangan murid yang paling banyak terjadi di SMKN 3 Negara di Tegalcangkring, Mendoyo. Dari kuota 252 siswa untuk tujuh rombel empat jurusan, masih kurang 100 lebih atau sekitar tiga rombel. Bahkan dari empat jurusan itu, dua jurusan terancam ditutup karena kurang dari 20 orang.

Kepala SMKN 3 Negara, Putu Astawa Yasa membenarkan adanya kekurangan hingga ratusan siswa itu. Selama gelombang II dibuka, ada tambahan tiga siswa yang masuk dengan persyaratan memenuhi dan sudah mendatangani pernyataan. Sehingga saat ini total ada 150 siswa.

Hanya saja, kekurangan tiga rombel itu dua jurusan, yakni TPTU (teknik pendingin dan tata udara) dengan 15 orang dan jurusan elektro hanya 3 orang. Kedua jurusan ini tidak memenuhi persyaratan minimal jumlah siswa satu rombel 20 orang. Terkait hal ini, Astawa Yasa hendak melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi.

Baca juga:  Menyusul Banyaknya Keluhan PPDB SMA, Disdik Bali Dipanggil DPRD

Selain SMKN 3 Negara, SMKN 4 Negara di Melaya juga kekurangan murid hingga 31 orang. Namun, pada gelombang II hingga Sabtu sudah ada yang mendaftar sembilan orang jalur reguler.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jembrana, I Putu Wardana, mengatakan dari koordinasi pihaknya belum mendapatkan laporan semuanya. Namun untuk di Gelombang II ini ada beberapa SMK yang menerima siswa.

Khusus di SMKN 1 Negara, hanya satu tambahan dari jalur siswa miskin. Itupun menurutnya setelah dicek di sistem memang tidak mendaftar sama sekali di sekolah lain. Bahkan siswa asal Banjar Tengah ini tidak melanjutkan sekolah karena terbentur anggaran. “Siswa ini juga membuat surat keterangan bermaterai,” tandasnya.

Di sisi lain untuk di beberapa SMA Negeri juga masih mengalami kekurangan siswa. Ketua MKKS SMA Jembrana, I Putu Prapta Arya mengatakan dari koordinasi terakhir pada gelombang II ada beberapa sekolah yang masih kekurangan.

Diantaranya, SMA 1 Mendoyo kekurangan 48 siswa dan pendaftaran gelombang II dapat tambahan lima siswa. SMA 2 Mendoyo, kekurangan 75 siswa dan belum ada tambahan. Terakhir di SMAN 1 Pekutatan, kurang 51 siswa dan di gelombang II ada tambahan 7 siswa. Sebagian besar merupakan jalur reguler. Semua siswa yang mendaftar gelombang II tersebut juga harus membuat surat pernyataan bermaterai bahwa belum mendaftar atau diterima di sekolah lain. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.