TUBAN, BALIPOST.com – Mandi di pantai mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika kegiatan bersih diri itu dilakukan warga satu kampung secara bersamaan?

Pemandangan unik ini bisa dilihar di pesisir utara Tuban, Jawa Timur. Mereka biasanya menggelar tradisi dus-dusan usai perayaan hari raya Idul Fitri. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan keselamatan dan membuang sial bagi warga desa setempat.

Tradisi ini digelar di Pantai Asmoroqondi, Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang. Ratusan warga, mulai pria dewasa, wanita, manula, hingga anak-anak, berduyun-duyun datang ke kawasan pantai yang hanya dipisahkan jalur pantura dengan tempat tinggal mereka.

Tanpa ada komando maupun ritual-ritual khusus, mereka langsung menceburkan diri ke air laut yang sedang pasang. Sebagian warga berenang ke tengah dan merendam tubuhnya sambil bermain. Namun, anak-anak dan wanita yang tidak mahir berenang lebih memilih berendam di tepi pantai.

Baca juga:  Ithuk-ithukan, Tradisi Suku Using Lestarikan Sumber Air

Keceriaan terlihat di wajah warga. Mereka senang bisa mandi bersama orang satu kampung.

Menurut salah satu warga, Sumini, mandi satu kampung digelar usai Lebaran Ketupat. Ditambahkan, ritual ini dilakukan satu tahun sekali.

Sementara warga lainnya, Muslikatun, menyebutkan bahwa tradisi ini dilakukan untuk membuang sial. Mandi bersama ini berlangsung sekitar satu jam. Setelah itu warga kembali pulang ke rumah masing-masing. (kmb/surabayatv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.