Ilustrasi. (BP/ist)
DENPASAR, BALIPOST.com – Eksotisme Pulau Bali kembali akan memukau para wisatawan. Kini giliran Bali bagian barat dijadikan lomba lari lintas alam Plataran X-Trail 2017. Kegiatan tersebut akan digelar di Plataran L’Harmonie, Taman Nasional Bali Barat pada Sabtu (22/7) mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra mengatakan, acara ini bukti bahwa kegiatan di Bali bukan hanya di Bali Selatan saja. Bali Barat juga memiliki banyak destinasi yang indah dan banyak agenda berkelas dunia. Termasuk Plataran yang dikelola oleh prinsip sustainable management oleh David Makes, PT Trimbawan Swastama Sejati itu.

Kata pria yang biasa disapa Agung itu, lomba lari ini akan mengundang peminat lari dari semua tingkatan dan berbagai negara, sekaligus mengajak kepedulian dan kesadaran pada alam yang keberlanjutan. Event sport tourism ini, imbuh Esthy, rencananya akan diikuti oleh lebih dari 500 peserta baik nasional dan internasional.

”Acara ini sangat menantang, serta bakal mempopulerkan track Taman Nasional Bali Barat (TNBB,Red) yang memiliki sejuta pesona keindahan pariwisata. Sebagai lokasi lomba lari, TNBB menyajikan semua pesona alam yang dimiliki dan sangat indah,” bebernya.

Memang apa saja yang ada di TNBB? Banyak banget. TNBB memiliki ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, dan ekosistem river rain forest. TNBB sendiri berada di ujung barat Pulau Bali, sekitar 2 km dari Pelabuhan Gilimanuk. Wilayahnya berada di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.

”Plataran X-Trail 2017 akan menawarkan jalur lintas alam yang berbeda yang dapat dinikmati semua orang. Ada kategori 50 KM untuk pelari berpengalaman, 25 KM untuk pelari menengah, dan 7,1 KM untuk pelari pemula. Selain menampilkan keindahan alam Taman Nasional Bali Barat, selepasnya pelari akan diajak untuk melepaskan burung Jalak Bali kembali ke alam bebas. Menarik banget pokoknya,” kata pria bertubuh kekar itu.

“TNBB memiliki keanekaragaman hayati laut berupa terumbu karang dan biota laut, serta vegetasi mangrove, hutan rawa payau, savana, juga hutan musim. Selain itu, Taman Nasional Bali Barat juga merupakan salah satu kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli dan habitat terakhir bagi burung jalak bali, jadi para peserta bisa menikmati itu semua sambil berlari di Bali Barat,” ujarnya.

Baca juga:  Jepang Dijadikan "Benchmarking" Sukses Pariwisata

Sementara itu, imbuh Agung, Plataran X Trail 2017 merupakan acara yang berskala internasional dan merupakan bagian dari Asian Trail Master Series, sebuah acara yang digelar oleh Plataran Indonesia Menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai sponsor utama dan di dukung Kementrian Pariwisata dengan desain teknis dan implementasi oleh Asia Trail Master dan EgonTrails.

“Seluruh kategori terbuka untuk peserta pria dan wanita. Masing-masing trek yang dimulai dan diakhiri di kompleks Plataran Resort tersebut menawarkan pengalaman berlari yang berbeda-beda. Pihak panitia menyatakan, Taman Nasional Bali Barat tidak memiliki gunung tinggi, namun trek akan didesain melewati bukit-bukit dengan lanskap indah terutama untuk trek 50 kilometer,” kata Agung.

Pendaftaran lomba lari yang menjadi bagian dari seri Asia Trail Master ini dibuka sejak 7 April 2017. Registrasi secara Online dapat dilakukan di plataranxtrail.com.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, jika sport event itu direct impactnya kecil hanya 10%, tetepi media valuenya besar. Terlebih vanue nya ada di Bali yang menjadi Top Destinasion di dunia. “Lomba trail running ini meskipun baru pertama diselegarakan, memiliki medan yang cukup berat, tetapi bagi para runner dunia, ini sangat asyik dan penuh tantangan, serta media velunya tinggi,” sebut Menpar Arief Yahya.

Pria asal Banyuwangi itu menyebut, Kemenpar memiliki tiga produk besar yang dapat menarik minat wisatawan, yaitu wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Sport tourism adalah bagian dari wisata buatan. Kami berharap Berdasarkan bisa menuntaskan target Kementerian Pariwisata untuk tahun 2017, yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara.

“Kami akan terus berkomitmen akan menangani promosi destinasi, promosi daerah, dan branding untuk lebih menarik minat wisatawan,” ujar pria asli Banyuwangi itu. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.