infeksi
Kadis Kesehatan Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widiawati, saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Penyabaran orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Gianyar semakin tinggi. Bahkan awal tahun ini hingga Mei tercatat ada 51 orang terinveksi virus ini. Jumlah itu pun terus menambah daftar pengidap yakni mencapai 1.216 pengidap Odha dengan penghitungan dari 1987.

Kadis Kesehatan Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widiawati, Kamis (6/7) mengatakan untuk mendata Odha, pihaknya bekerjasama dengan pihak rumah sakit swasta, Puskesmas, Klinik. “Kami juga terus melakukan koordinasi dengan pihak RSUP Sanglah untuk mengetahui penderita HIV asal Gianyar yang dirawat disana,“ katanya.

Dibeberkan pendataan awal tahun ini hingga Mei, terdapat 59 orang yang baru terinveksi HIV/AIDS. Ironisnya puluhan orang yang kini tercatat sebagai Odha itu dominan masih pada usia produktif, yakni 20 hingga 30 tahun. “Ada juga yang umurnya lebih muda, yakni kurang dari 20 tahun atau lebih dari 30 tahun, namun jumlahnya tidak terlalu banyak, “ ungkapya.

Ditambahkan orang luar yang berobat di Gianyar tidak dimasukkan dalam data Kabupaten Gianyar. “Jadi ini murni data orang Gianyar, kalau orang luar Gianyar tetap diobati di Gianyar, namun tidak masuk data warga Gianyar,” jelasnya.

Baca juga:  2018, Diskes Karangasem Temukan 54 Kasus HIV

Mencegah penyebararan HIV/AIDS, pihaknya terus melakukan upaya dengan menggandeng sejumlah Instansi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Gianyar, KSPAN, para pemuda. Selain itu Dinas Kesehatan Gianyar melalui petugas Puskesmas dan Bidan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya ibu hamil triwulan pertama kehamilan untuk memeriksakan ibu kandung dan janinnya.

Berkat sosialisasi ini banyak bayi bisa diselamatkan meskipun orang tuanya ODA. “Kami bimbing para petugas lapangan Puskesmas dan para bidan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan cara menanggulangi, ” jelas Kadis Kesehatan Gianyar.

Demikian juga para ibu hamil bila sejak awal diperiksa dan diketahui menderita HIV/AIDS bayi bisa ditolong. “ Kami harap masyarakat jangan takut memeriksakan diri terhadap penyakit ini. Lebih awal diketahui, lebih awal bisa diobati sehingga bisa memperpanjang umur, ” jelasnya. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.