TUBAN, BALIPOST.com – Berbagai cara dilakukan umat muslim untuk merayakan Lebaran Ketupat. Hari yang jatuh sepekan paskalebaran itu dirayakan secara unik di Tuban, Jawa Timur. Warga memasang hiasan dan memberi makan sapi dengan ketupat.

Tradisi yang disebut Kupatan Sapi itu telah berlangsung ratusan tahun agar ternak yang dipelihara mendapat berkah. Untuk menjalani ritual itu, warga Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang sudah sedari subuh berkumpul di Masjid Baiturrachman.

Mereka berkumpul untuk bersilaturahmi sekaligus merayakan Lebaran Ketupat. Sebagai bentuk syukur, setiap keluarga membawa makanan berupa ketupat dan lepet lengkap dengan sayur yang dibuat sendiri. Setelah dilakukan doa bersama, warga meninggalkan sebagian makanan di masjid untuk sedekah bagi yang membutuhkan. Sementara sebagian makanan dibawa pulang ke rumah masing-masing.

Uniknya, ketupat dan lepet yang diyakini berisi doa ini tidak hanya dimakan warga. Sapi-sapi warga yang dipelihara di rumah juga diajak merasakan lezatnya ketupat dan lepet. Warga memberikan rangkaian kalung ketupat dan memberi makan sapi dengan ketupat.

Baca juga:  Tradisi Magoakan di Desa Adat Kintamani

Menurut salah seorang pemilik sapi, Suntoro, hal ini dimaksudkan sebagai hadiah kepada sapi yang selama ini membantunya bekerja membajak sawah dan memberinya limpahan rejeki. “Ini menjalankan tradisi kupatan sapi. memberi makan dan memberi kalung kupat pada sapi. Tradisi ini sudah lama sejak jaman para Wali. Supaya dapat berkah, kesehatan, dan keselamatan,” katanya.

Perayaan ketupat sapi ini merupakan tradisi turun temurun sejak ratusan tahun lalu. Melalui tradisi ketupat sapi ini diharapkan sapi mendapat berkah, selalu sehat, dan cepat berkembang biak. (kmb/surabayatv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.