DLH
Terlihat petugas DLH dan UPT saat melakukan pengecekan kualitas air di salah satu mata air di Gianyar. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Kabupaten Gianyar memiliki 120 sumber mata air. Namun ratusan mata air ini kini terancam karena minimnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Meihat kondisi ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar pun mengajak masyarakat untuk paham pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Gianyar, Putu Diah Mantiasih menyebutkan di Kabupaten Gianyar terdapat kurang lebih 120 sumber mata air, selain lima sungai besar. Dari 120-an sumber mata air ini sebagian besar digunakan masyarakat untuk tempat suci (beji), sumber air minum dan kebutuhan lainnya seperti mandi dan cuci.

Disebutkan Diah Mantiasih sendiri, kualitas sumber mata air tersebut masih berada pada baku mutu kualitas air. “Namun ada baiknya juga secara berkala akan dilakukan uji laboratorium, untuk mengetahui kandungan air dan kualitasnya, sehingga aman dikonsumsi masyarakat, ” terang Diah Mantiasih.

Ditambahkan DLH Gianyar sendiri sudah memiliki peralatan untuk mengecek kualitas baku mutu tersebut sejak Tahun 2017, namun diakui peralatan tersebut relatif jarang dipergunakan. Kujus Pawitra sendiri menyebutkan dengan terbentuknya UPTD Laboratorium Gianyar, maka satu persatu kualitas sumber mata air tersebut akan diuji laboratorium.

“Kami lakukan pengujian laboratorium untuk mengantisipasi adanya kandungan lain didalam air sehingga membahayakan bagi kesehatan. Syukurnya sampai saat ini belum ada kasus,” beber Diah Mantiasih.

Sementara Kepala DLH Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, mengatakan dengan belum sadarnya masyarakat terkait kebersihan lingkungan, nantinya juga akan merembet ke kualitas baku mutu air. “Pada lingkungan yang bersih dan hijau, saya pastikan kualitas airnya bersih dan memenuhi standar baku mutu,” jelasnya.

Baca juga:  Genjot Kesadaran Masyarkat Mengelola Sampah 

Selain mensosialisasikan kebersihan lingkungan, DLH juga terus mensosialisasikan agar warga Gianyar peduli terhadap diri sendiri, utamanya memasak atau merebus air yang diambil dari sumber mata air. “Sebaiknya, air dari sumber mata air tidak dikonsumsi langsung, sebaiknya direbus dulu, sehingga aman dikonsumsi,” jelasnya.

Ditambahkannya, berkait sumber mata air yang ada di Gianyar, kualitas sumber mata air bisa rusak akibat kesadaran lingkungan belum dilaksanakan. Menurutnya perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan termasuk limbah akan berpengaruh pada kualitas lingkungan dan kualitas sumber mata air.

Kujus Pawitra bahkan berharap kepada masyarakat Gianyar yang memiliki ternak sapi, babi atau ternak lainnya, agar tidak membuang limbahnya ke sungai. “Begitu juga dengan pengusaha garmen dan laundry, kami harapkan memiliki pengolahan limbah yang standar,” desak Kujus Pawitra.

Ditambahkannya, limbah yang dibuang ke sungai tersebut memberikan dampak buruk kepada lingkungan pada saat itu juga dan member dampak buruk pada kualitas sumber mata air yang ada. “Kami mengajak, mari jaga lingkungan, sumber mata air yang bersih juga berasal dari lingkungan yang bersih,” pungkas Kujus Pawitra. (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.