pengunjung
Barang bukti sangkur dan sajam yang diamankan dari dua pengunjung Polsek Glenmore, Banyuwangi, Selasa (4/7). (BP/ist)
BANYUWANGI, BALIPOST.com – Diduga berkaitan dengan teroris, dua pengunjung Polsek Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) diamankan ke Polres Banyuwangi, Selasa (4/7). Keduanya ditemukan membawa pisau sangkur dan parang. Kasus ini sedang diusut satuan Reskrim Polres.

Dua pengunjung itu, AJM (54) asal Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kecamatan Sidoarjo, Jatim dan ST (39) asal Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Tulungagung. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Keduanya mendatangi polsek, lalu meminta izin ke petugas jaga untuk beristirahat di mushola Polsek.

Petugas jaga langsung curiga melihat tas ransel yang dibawa kedua warga itu. Setelah diperiksa, ditemukan benda-benda mencurigakan. Selain sangkur dan parang, ditemukan sebuah korek api berbentuk pistol, kunci T, tang, kunci dan petasan. Tak ingin mengambil resiko, kedua pelaku langsung digelandang ke Polres Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi membenarkan diamankannya dua pengunjung polsek tersebut. Namun, perwira ini belum bisa membeberkan apakah keduanya terkait aksi teroris atau kriminal biasa. ” Jadi, kita mendapat limpahan dari polsek. Sekarang masih kita periksa,” jelasnya.

Selain sejumlah benda berbahaya, pihaknya juga mengamankan motor yang dipakai pelaku. Dijelaskan, diamankannya dua warga itu karena kedapatan membawa benda berbahaya. Apalagi, polisi terus siaga mengantisipasi pelaku kejahatan. Pihaknya belum menemukan benda-benda lain yang mencurigakan terkait aksi terorisme atau gerakan terlarang. ” Apapun alasannya, keduanya kedapatan membawa senjata tajam, jadi kita proses,” tegasnya.

Hasil penyelidikan sementara, kata Sodik, kedua pelaku berdalih akan ke Bali. Karena kecapekan, mereka mampir ke Polsek Glenmore dan meminta istirahat di mushola. Untungnya, petugas jaga sigap dengan kondisi ini. (budi wiriyanto/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.