festival
Suasana kunjungan pariwisata di obyek wisata Tanah Lot. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Seakan tidak mau kalah dengan gelaran Jatiluwih Agriculture Festival yang telah dilaksanakan bulan Juni lalu, DTW  Tanah Lot di awal bulan Juli ini juga akan menggelar event Tanah Lot Kreatifood and Art Festival 2017. Tak tanggung – tanggung anggaran yang dikeluarkan untuk event ini sebesar 1,4 miliar.

Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari mulai tanggal 7 Juli sampai dengan 9 Juli 2017 akan diisi dengan beragam kegiatan promosi pariwisata Tabanan seperti pagelaran kesenian, parade gebogan, pameran dan tak ketinggalan pula festival kuliner khas Tabanan seperti entil, rebung, lawar klungah, lawar kuwir dan lainnya, dengan melibatkan lebih dari 20 usaha kuliner lokal di kabupaten Tabanan serta adapula keterlibatan Sekolah Kejuruan. Bahkan cheft nasional Chef Juna akan ikut serta mengisi acara dalam event tersebut dengan demo masak berbahan dasar kuwir.

“Meski sudah menjadi destinasi wisata utama, event ini kita harapkan bisa lebih meningkatkan kunjungan jumlah wisatawan sekaligus wadah pengembangan dan pelestarian seni budaya khas Tabanan,” ucap Manager DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Selasa (4/7).

Dalam pagelaran kesenian, event bertema Luhuring Segara Rasa lan Raksa ini akan melibatkan seniman dari berbagai daerah, jadi tidak hanya dari wilayah kecamatan Kediri saja. Seperti pementasan kesenian gong kebyar, rindik anak anak, gong kebyar dan tari kreasi, tari legong, Prembon, Bondres dan lainnya. “Kurang lebih 20 sekaa dengan lebih dari 100 seniman akan terlibat dalam pagelaran kesenian ini dan ditampilkan di dua lokasi yakni di area wantilan dan pameran,” ucapnya.

Baca juga:  Pengerupukan, DTW di Tabanan Perpendek Jam Operasional

Disamping pula untuk ajang parade gebogan nantinya juga akan menampilkan 1.150 gebogan yang diiringi oleh tabuh baleganjur dari 23 desa adat yang ada di kecamatan Kediri. Sedangkan untuk pameran dalam Tanah Lot Kreatifood dan Art Festival 2017 ini akan menampilkan produk-produk UKM yang ada di Kabupaten Tabanan.

Mengantisipasi lonjakan pengunjung selama tiga hari pelaksanaan festival, pihak DTW Tanah Lot juga telah melakukan persiapan kantong – kantong parkir. Bahkan sampai saat ini sudah dilakukan papingisasi. “Setidaknya kapasitas kurang lebih 300 kendaraan bisa ditampung,” ujarnya.

Sementara untuk keamanan sudah diantisipasi dengan mrlakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, desa adat melalui pecalang.  “Kurang lebih akan ada 40 orang petugas keamanan perhari,” pungkasnya.

Untuk diketahui meski jumlah kunjungan telah menembus angka 3 juta lebih pengunjung, DTW Tanah Lot terus melakukan upaya promosi. Pasalnya dari 3 juta lebih pengunjung, proporsi wisatawan nusantara masih mendominasi jumlah kunjungan. “Fokus promosi pariwisata 2017 sampai dengan 2002 ditujukan untuk meningkatkan jumlah dan proporsi kunjungan wisatawan mancanegara,” ucapnya. (puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.