Bandara
Dewa Ketut Puspaka. (BP/dok)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Bandara Internasional Bali Utara santer berhembus akan berlangsung pada Agustus 2017 mendatang. Bahkan, informasi ini telah mengemuka ke publik. Akan tetapi, Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka justru menyebutkan itu belum ada kejelasan. Sebab, lokasi pembangunannya belum ditentukan.

Dikatakan Puspaka, Senin (3/7), sesuai studi, pembangunan bandara tersebut direncanakan mengarah ke kawasan Kubutambahan. Akan tetapi, lokasi pastinya belum ada kejelasan. Hal ini masih menunggu informasi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

“Sejauh ini sudah ada dua investor yang siap menanamkan modal untuk pembangunan ini, yaitu PT Bandara Internasional Bali Utara dan PT Pembangunan Bali Mandiri. Sesuai informasi, mereka sudah sepakat untuk mendukung secara bersama-sama dalam pembangunan, sehingga tidak sekadar angan-angan. Tetapi untuk lokasi pembangunan belum di tentukan. Apalagi peletakan batu pertamanya, belum ada kejelasan,” jelasnya.

Baca juga:  Perempuan Bali dalam Kancah Politik

Perencanaan pembangunan itu, sambung dia sudah lengkap. Presentasi Feasibility Study (FS) di tingkat pusat sudah dilakukan investor. Hal tersebut akan dijadikan dasar dalam pengajuan permohonan lokasi ke Kementerian Perhubungan. Disisi lain, dalam hal ini bupati berpesan semua perencanaan maupun pelaksanaan harus komperhensif memperhatikan isu yang berkembang di masyarakat. “Manakala nantinya itu menjadi serius, semua dampak yang kita tidak inginkan bisa teratasi,” tegasnya.

Puspaka menambahkan, jika lokasi bandara sudah ditentukan, inverstor menyatakan sudah siap melakukan kajian Amdal. “Di amdal itulah nanti tertuang hal-hal yang tak kita inginkan supaya dimitigasi untuk mencegah dampak-dampak negatif yang terjadi,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.